PAMEKASAN, BERITAKATA.id — Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, memastikan dukungan pemerintah daerah tetap berjalan dalam upaya perbaikan musala yang terdampak kebakaran di Jalan Raya Nyalaran, Dusun Kolbukkol, Desa Kowel, Kecamatan Pamekasan, Selasa (22/4/2026).
Langkah cepat itu ditunjukkan dengan turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi bangunan sekaligus menyerahkan bantuan awal bagi proses renovasi fasilitas ibadah tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Pamekasan itu juga menjadi bentuk respon atas musibah yang menimpa warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Kholilurrahman menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah agar proses perbaikan musala bisa segera dilakukan.
“Bantuan tersebut guna meringankan beban renovasi musala,” ujarnya.
Ia tidak menampik adanya keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah. Bahkan, dirinya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan perbaikan.
“Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kami mohon maaf belum bisa membantu secara penuh,” imbuh mantan anggota DPR RI tersebut.
Meski demikian, bupati berharap dukungan yang telah disalurkan tetap memberi manfaat dan mampu mendorong percepatan pemulihan musala agar kembali digunakan oleh masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, bupati didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial Herman Hidayat Santoso, Kepala Pelaksana BPBD Akhmad Dhofir Rosidi, Forkopimcam, serta jajaran organisasi perangkat daerah lainnya.
Sementara itu, perwakilan pengelola musala, Suherman, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran bupati secara langsung menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.
“terimakasih atas kehadiran bupati dan bantuannya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu pertama kali diketahui warga sekitar setelah melihat kepulan asap dari area musala.
“Awalnya dari tetangga yang melihat asap, lalu tiba-tiba ada api,” jelasnya.
Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun demikian, masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas ibadah kembali normal. ig/an.












