BATU, BERITAKATA.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu pada Senin (30/3/2026) sore hingga malam hari memicu terjadinya banjir luapan dan material lumpur di sejumlah titik di Kecamatan Bumiaji. Merespons darurat kebencanaan tersebut,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Wali Kota Batu, Nurochman, juga turun langsung meninjau kawasan terdampak pada Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan Laporan Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Batu, tingginya debit air menyebabkan saluran drainase, irigasi, dan sungai tidak mampu menampung volume air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah warga terendam dan infrastruktur jalan mengalami kerusakan.
Dampak banjir luapan tersebut tersebar di beberapa titik dengan rincian sebagai berikut:
- Jalan Terusan menuju Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo (Pukul 17.30 WIB): Luapan saluran irigasi mengakibatkan material lumpur setinggi 50 cm menutup seluruh badan jalan. Kondisi ini mengganggu akses masyarakat dan menyebabkan kerusakan pada aspal jalan.
- Dusun Wonorejo RT 1/RW 13, Desa Tulungrejo (Pukul 18.00 WIB): Saluran drainase yang meluap merendam satu rumah warga atas nama Wisnugraha, mengakibatkan air dan material lumpur masuk hingga merendam perabotan rumah tangga.
- Dusun Kungkuk RT 3/RW 5, Desa Punten (Pukul 18.00 WIB): Debit Sungai Krecek meningkat drastis dan meluap ke jalan serta permukiman. Empat rumah warga dilaporkan terendam air (milik Solikin, Eko Riza Primadi, Sardi, dan Anita Puspa Dewi). Pagar pembatas Sungai Krecek juga mengalami kerusakan akibat terjangan air. Salah satu warga terdampak, Sardi, untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabatnya.
Nurochman juga meninjau penanganan di lokasi terdampak, termasuk di Dusun Banyuning, Desa Punten. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan warga untuk memastikan keselamatan mereka sekaligus mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Nurochman menegaskan, bahwa Pemkot Batu hadir penuh dalam setiap kondisi darurat. Ia menginstruksikan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait untuk segera melakukan asesmen teknis terpadu terkait penyebab banjir, mengevaluasi kondisi drainase dan aliran sungai, serta memetakan potensi kerawanan hidrometeorologi di kawasan tersebut.
“Kita pastikan penanganan dilakukan secepat mungkin, mulai dari pembersihan material, pendataan kerugian warga, sampai langkah mitigasi agar kejadian serupa bisa diminimalisir ke depan,” ujar Wali Kota Nurochman.
Sejak Senin malam, tim gabungan yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas PUPR, TNI/Polri, PMI, Tagana, perangkat desa, serta relawan kemanusiaan telah bergerak melakukan kaji cepat.
Upaya pembersihan material lumpur dan sampah yang terbawa arus dilakukan baik secara manual maupun menggunakan pengerahan alat berat. Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan jalan dan pemasangan garis bahaya di area yang mengalami kerusakan.
Memasuki hari Selasa (31/3/2026), BPBD Kota Batu melaksanakan pendistribusian bantuan darurat sementara bagi masyarakat terdampak di Jalan Raya Tulungrejo dan Jalan Melati, Desa Punten. Bantuan ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Pemerintah Kota Batu melalui BPBD terus melakukan pemantauan kondisi cuaca selama 24 jam. Masyarakat beserta wisatawan diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, berhati-hati saat melintasi wilayah rawan longsor maupun banjir, serta aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mitigasi mandiri.












