SITUBONDO, BERITAKATA.id – Jumat (28/11/2025) menjadi hari bersejarah bagi Desa Selobanteng, Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Di kawasan hutan rakyat setempat, berlangsung peresmian Pos Pantau Keanekaragaman Hayati sekaligus simbolis penanaman 13.600 bibit pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2025.
Kegiatan ini merupakan upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Selobanteng Muttaha mengungkapkan apresiasi mendalam kepada perusahaan POMI-Paiton Energy yang telah menunjukkan konsistensi dan komitmennya sejak tahun 2009 dalam membantu pelestarian hutan di desa.
“Hingga saat ini, sudah tidak kurang dari 223.970 pohon jati dan gmelina yang kami tanam bersama perusahaan. Ini tidak hanya mendukung ekosistem, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap, ke depan, perusahaan dan desa dapat terus berkolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan pengembangan potensi wisata konservasi.
“Kami juga bangga karena Desa Selobanteng pernah meraih penghargaan sebagai desa konservasi peringkat ketiga di Situbondo,” tambahnya.
Presiden Direktur POMI Sugiyanto menyampaikan bahwa pembangunan pos pantau ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 yang didukung program penanaman 13.600 tanaman kepada masyarakat.
“Ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap lingkungan berkelanjutan, yang telah kami mulai sejak 2009. Selain penanaman pohon, kami juga melakukan program sanitasi air bersih dan pemanfaatan limbah menjadi wood pellet,” katanya.
Sementara itu, pihak Perhutani menegaskan, sinergi antara Perhutani dan Desa Selobanteng memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui konservasi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Camat Banyuglugur Sumarno yang mewakili Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan dukungannya terhadap program ini.
“Ini selaras dengan visi misi Situbondo naik kelas. Kami berharap sinergi dan dukungan dari semua pihak dapat terus terjalin demi kemajuan desa dan kabupaten,” ujarnya.
Acara peresmian Pos Pantau Keanekaragaman Hayati ini diakhiri dengan pelepasan burung perkutut dan simbolis penyerahan 13.600 bibit pohon kepada perwakilan masyarakat.
Kelompok Raptor Selobanteng pun akan mengoptimalkan pos ini untuk melindungi flora dan fauna serta melakukan monitoring kebakaran hutan saat musim kemarau.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan melestarikan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. ig/fa












