Kelurahan Kedunggaleng Gelar Pembinaan LKK untuk Tingkatkan Sinergi Masyarakat dan Pemerintah

Pembinaan LKK Kedunggaleng Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id — Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, menggelar kegiatan pembinaan lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK) yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk RT, RW, Karang Taruna, LPM, PKK, Posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pokdarwis. Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Kedunggaleng dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya peran LKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis masyarakat. Ia menuturkan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi penghubung efektif antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Partisipasi masyarakat yang terorganisir sangat dibutuhkan. LKK harus menjadi penggerak dalam menjaga ketertiban, memperkuat solidaritas, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Ina Dwi Lestari mengadakan kuis interaktif sebagai upaya edukasi kepada peserta, yang memperoleh hadiah tunai sebesar Rp 50.000 bagi yang menjawab dengan benar. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya peran LKK.

Hadir pula Camat Wonoasih, Deus Nawandi, dan Lurah Kedunggaleng, M. Faiz. Faiz menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas warga serta memperkuat semangat gotong royong di tingkat kelurahan.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, menambahkan bahwa LKK harus mampu menjadi saluran komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat akar rumput sangat bergantung pada peran aktif seluruh elemen LKK.

Kegiatan ini juga membahas potensi lokal, termasuk pengembangan sektor pariwisata melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pembangunan kota dapat berjalan berkelanjutan dari tingkat paling dasar. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *