Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo Akomodir Mahasiswa Terkait Keresahan Indonesia Gelap

Pimpinan DPRD dan seluruh ketua Komisi DPRD Kabupaten Probolinggo bersama para mahasiswa usai audiensi.

PROBOLINGGO,BERITAKATA,id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menerima audiensi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Zainul Hasan Genggong, Kamis (27/2/2025).

Audiensi ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap isu “Indonesia Gelap” yang sedang menjadi perhatian publik.

Perwakilan aktivis mahasiswa yang terdiri dari sekitar 11 orang itu diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Probolinggo, M. Zubaidi, Wakil Ketua III, Didik Humaidi, serta seluruh ketua fraksi dan ketua komisi DPRD setempat.

Dalam audiensi tersebut, Ketua PMII Komisariat Unzah Genggong, M. Andi Fauzan menyampaikan keresahan mereka terkait tajuk “Indonesia Gelap” yang menggambarkan kondisi negara yang dinilai tidak baik-baik saja khususnya di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, tajuk tersebut merepresentasikan keresahan masyarakat terhadap maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Mahasiswa menyampaikan keresahan terkait kondisi Indonesia belakangan ini.

“Kami sebagai organisasi pergerakan mahasiswa merasa perlu memberikan respon terhadap tajuk ‘Indonesia Gelap’ ini. Ini adalah bentuk representasi bahwa bangsa kita sedang mengalami keresahan yang luar biasa,” ujar Fauzan.

PMII Komisariat Unzah Genggong mengajukan beberapa tuntutan kepada DPRD Kabupaten Probolinggo, di antaranya:

  1. Prioritas Sektor Pendidikan dan Kesehatan: Menuntut langkah konkrit untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai aspek fundamental dalam pembangunan bangsa.
  2. Respon Kebijakan Efisiensi Anggaran: Meminta DPRD merespon dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap pembangunan infrastruktur daerah.
  3. Pengurangan Kemiskinan: Menuntut program efektif untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM): Memastikan penghormatan dan perlindungan HAM di Kabupaten Probolinggo.
  5. Pengawasan Kinerja Pemerintah Daerah: Menuntut DPRD mengambil langkah konkrit untuk mengawasi kinerja pemerintah daerah sesuai fungsi legislatif.

Selain itu, PMII juga mengajukan beberapa tindakan yang diharapkan, seperti pembuatan kebijakan konkrit untuk memberantas korupsi, penyediaan lapangan kerja, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Probolinggo, M. Zubaidi, menyambut baik audiensi ini dan menyatakan bahwa DPRD akan mengakomodir semua masukan dari masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian terhadap Indonesia dan Probolinggo. Kami berharap Indonesia tidak gelap, tetapi cerah,” ujar Zubaidi.

Para pimpinan dan ketua komisi mendengarkan aspirasi mahasiswa.

Zubaidi juga menyinggung tentang kebijakan baru pemerintah, seperti program swasembada pangan dan efisiensi anggaran, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif.

“Bupati terpilih sudah menerima 40 materi dari pusat pasca dilantik terkait kebijakan yang akan dibawa ke daerah. Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra, tetapi kami akan terus berupaya untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Pihaknya juga memberikan penjelasan secara terarah dan terukur merespon tuntutan dari para mahasiswa. Menurutnya, yang jadi kritik utama dari para mahasiswa kepada dewan adalah tugas dewan sebagai fungsi pengawasan. Ke depan pihaknya akan berkomitmen mengawal pemerintahan bersama.

Sementara itu, Wakil Ketua III, Didik menambahkan, banyak informasi yang didapatkan dari audinesi kali ini dari para mahasiswa. Pihaknya ikut bersemangat untuk membangun Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya Probolinggo bisa naik kelas dibandingkan tahun kemarin. Bagi kami, tajuk Indonesia Gelap ini hanya sekedar judul bagi kita, tapi kita yakin efisiensi ini banyak hal yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan pembangunan. Efisiensi ini adalah pengalihan alokasi anggaran sesuai dengan sektor masing-masing dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Didik.

Pihaknya menargetkan, ke depan harus lebih baik lalu target keberhasilan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo sesuai dengan apa yang menjadi harapan bersama. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *