Jenazah Lansia Perempuan Ditemukan di Sungai Kali Putih Kota Batu, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Proses evakuasi jenazah seorang lansia perempuan di aliran Sungai Kali Putih, Jalan Kelud Gang Punden, pada Rabu (8/4/2026).

BATU, BERITAKATA.id – Warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang lansia perempuan di aliran Sungai Kali Putih, Jalan Kelud Gang Punden, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak kepolisian memastikan jenazah tersebut meninggal dunia karena sakit dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

Berdasarkan identifikasi kepolisian, korban bernama Sirum (63), seorang buruh harian lepas kelahiran Ponorogo yang berdomisili di Jalan Kelud Gang Kramat RT 008/RW 011, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Kapolsek Batu, AKP Muhammad Subhan, mengatakan bahwa penemuan jenazah bermula dari laporan warga yang kebetulan beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

“Semula pada pukul 09.00 WIB, seorang saksi yang sedang membuang sampah di sebelah jembatan Kali Putih melihat mayat korban. Saksi kemudian memanggil tetangga dan warga sekitar. Sepuluh menit berselang, warga langsung melaporkan temuan tersebut kepada perangkat RT, RW dan Polsek Batu,” ujar AKP Muhammad Subhan, Rabu (8/4/2026).

Merespon laporan tersebut, tim dari Polsek Batu serta Unit Identifikasi Polres Batu segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi.

“Kami mendatangi TKP bersama warga untuk mengecek kondisi korban. Korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tertelungkup. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berupa daster bermotif bunga-bunga dan celana pendek berwarna hitam,” jelas Kapolsek.

Setelah proses olah TKP awal selesai, petugas kepolisian dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) dan warga langsung mengevakuasi jenazah menuju RS Hasta Brata Kota Batu untuk dilakukan pemeriksaan visum (Visum et Repertum).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit (RS) Hasta Brata, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit dengan dugaan kuat akibat sakit yang diderita. Petugas medis memperkirakan kematian terjadi kurang dari satu hingga dua jam sebelum ditemukan, mengingat belum munculnya kaku mayat maupun lebam mayat.

AKP Muhammad Subhan menegaskan bahwa kematian korban murni karena kondisi kesehatan.

“Korban berada di TKP hanya seorang diri dan pada sekujur tubuh korban sama sekali tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan, maupun luka. Saksi atau pemilik tempat tinggal yang korban tempati juga membenarkan bahwa korban selama ini memiliki riwayat sakit,” terang AKP Muhammad Subhan.

Berdasarkan informasi tambahan, korban diketahui tinggal sendirian di rumahnya dan terakhir kali bertemu dengan menantunya pada hari Senin (6/4/2026), dua hari sebelum kejadian. Korban juga tercatat memiliki riwayat operasi batu empedu empat tahun lalu.

Terkait tindak lanjut penanganan jenazah, kepolisian telah menyerahkan korban kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah,” pungkas AKP Muhammad Subhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *