Wali Kota Probolinggo Tinjau Drainase dan Sungai Pasca Hujan Deras

SALURAN dr Aminuddin mengecek saluran air.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id — Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik drainase di wilayahnya, Minggu (18/1) pagi. Titik tersebut meliputi drainase di Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Suyoso, serta sungai di Jalan KH Fadhol. Kunjungan ini dilakukan pasca hujan deras yang mengguyur kota pada Sabtu malam (17/1), yang menyebabkan genangan air, tumpukan sampah, serta longsor pada plengsengan sungai.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota bersama tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR PKP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase.

“Semalam sempat terjadi banjir, salah satu penyebabnya ada di sini. Kami tangani satu per satu. Tadi di Brak juga airnya tidak mengalir ke utara, ke arah Panjaitan. Sedang kami perbaiki,” ujar Aminuddin.

Wali Kota menambahkan bahwa sampah menjadi salah satu faktor utama penyumbat saluran air, sehingga aliran air tidak berjalan maksimal dan menyebabkan melubernya air ke jalan. “Ada beberapa pintu air yang tersumbat sampah, sehingga alirannya terhambat,” tambahnya.

Kepala DPUPR PKP, Setiorini Sayekti, menyebutkan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh tingginya curah hujan beberapa hari terakhir. Ia memperkirakan debit air di drainase tidak mampu tertampung oleh saluran karena tingginya curah hujan serta hambatan lain seperti sampah dan konstruksi yang menghambat aliran air.

“Curah hujan kemarin sangat tinggi, dan diperkirakan tetap tinggi satu minggu ke depan. Banyak luapan dari saluran-saluran drainase karena tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.

Terkait longsor di plengsengan sungai Jalan KH Fadhol, Dinas PUPR telah memasang sesek bambu dan kantong pasir sebagai langkah darurat untuk mencegah meluasnya longsoran. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pengelola prasarana sungai tersebut.

“Kami sudah menyiapkan penanganan darurat. Sungai ini kewenangannya di bawah UPT SDA Provinsi. Kami sudah bersurat sejak lama agar dilakukan perbaikan, tetapi belum ditangani dan longsor sudah terjadi,” kata Rini.

Dalam kesempatan yang sama, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ia mengingatkan masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan dan memangkas pohon-pohon tinggi yang berpotensi menghambat aliran air.

“Rutin melakukan gotong royong di wilayah masing-masing sangat penting agar saluran tidak tersumbat sedimen, sehingga genangan saat hujan deras bisa diminimalkan,” pungkasnya. afa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *