MALANG, BERITAKATA.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menggelar upacara Farewell Parade dan tradisi pedang pora dalam rangka pisah sambut Kapolresta Malang Kota di Mapolresta Malang Kota pada Rabu (14/1/2026).
Jabatan Kapolresta Malang Kota kini resmi diamanahkan kepada Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menggantikan Kombes Pol Nanang Haryono yang kini mengemban tugas baru sebagai Dirreskrimsus Polda Bangka Belitung (Babel).
Kegiatan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Polresta Malang Kota. Kombes Pol Putu Kholis Aryana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Malang, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dedikasi pejabat terdahulu serta membawa semangat baru dalam penegakan hukum yang humanis.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Nanang Haryono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran anggota Polresta Malang Kota serta Bhayangkari atas kerja sama selama satu tahun tiga bulan masa dinasnya.
“Siang ini menyambut Kapolresta yang baru dan melepas Kapolresta yang lama. Terima kasih kepada seluruh anggota Polresta Malang Kota, tanpa kalian saya Nanang Haryono bukan siapa-siapa. Saya bangga dan merasa terhormat bisa bekerja sama selama ini,” ujar Kombes Pol Nanang Haryono pada Rabu (14/1/2026).
Kombes Nanang juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi setiap anggota Polri di tengah perkembangan zaman yang dinamis. Ia membagikan pengalaman pengabdiannya selama 25 tahun sebagai pelajaran berharga bagi para personel.
“Selama saya mengabdi, yang menyelamatkan saya itu bukan hanya tentang menjadi pionir atau cerdas, tetapi kemampuan keterampilan kita untuk beradaptasi di mana pun kita berada. Kalau kita tidak mampu beradaptasi, kita tergilas zaman. Seragam yang kita gunakan besar tanggung jawabnya,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia meminta seluruh anggota untuk memberikan dukungan penuh kepada Kapolresta yang baru sebagaimana dukungan yang telah diberikan kepadanya.
“Saya pribadi dan istri memohon maaf kepada anggota, saya pamit untuk bertugas sebagai Dirreskrimsus Polda Babel,” katanya.
Sebagai pejabat baru, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa dirinya bukan merupakan sosok asing di wilayah Malang. Ia memberikan apresiasi tinggi atas fondasi kebijakan yang telah diletakkan oleh Kombes Pol Nanang Haryono dalam menentukan arah kemajuan Kota Malang.
“Saya bukan orang baru di Malang. Beliau (Kombes Pol Nanang Haryono) adalah pelaku sejarah yang menentukan masa depan tidak hanya Polresta, tetapi juga Kota Malang. Kami sangat mengapresiasi seluruh dharma bakti kakanda untuk Polri,” ungkap Putu Kholis.
Dalam pernyataan resminya, Kombes Pol Putu Kholis memaparkan empat poin utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya ke depan:
- Penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) yakni menyesuaikan dengan implementasi KUHP dan KUHAP baru agar penegakan hukum lebih transparan.
- Kemanusiaan atau melanjutkan pendampingan terhadap keluarga korban dan penyintas Tragedi Kanjuruhan serta Aremania.
- Sinergi Komunitas dengan merangkul seluruh elemen masyarakat mulai dari akademisi, aktivis, hingga kelompok rentan.
- Soliditas Internal dengan mewujudkan Polresta Malang Kota yang Presisi melalui kekompakan anggota.
Ditemui usai upacara, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan keinginannya untuk mengubah pola interaksi antara polisi dan masyarakat dari formalitas menjadi lebih fleksibel dan partisipatif.
“Saya ingin ke depan membawa Polresta Malang Kota lebih terbuka, lebih memahami, dan lebih memuliakan hak asasi manusia. Saya ingin mengubah mindset polisi yang hanya mengatur, menjadi lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat agar kinerja kami lebih efisien dan tepat sasaran,” jelasnya.
Putu Kholis menganalogikan posisi Kota Malang sebagai struktur jantung dalam tubuh manusia bagi wilayah Malang Raya, atau setiap aktivitas berpusat dan bergerak dari sana. Untuk itu, ia menuntut soliditas internal yang kuat dari seluruh anggota.
Satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan ban lengan pita putih di lengan kanan Kapolresta yang baru. Ia menegaskan bahwa pita tersebut adalah simbol keberpihakan dan komitmen moralnya yang belum usai terhadap para korban tragedi 1 Oktober 2022.
“Ini bentuk solidaritas dan kepedulian saya untuk para penyintas Tragedi Kanjuruhan. Keberpihakan saya tetap ada di pihak mereka. Polresta Malang Kota tetap menjadi rumah bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan,” pungkas Kombes Pol Putu Kholis Aryana. ig/nn












