MALANG, BERITAKATA.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa peralihan ke mobil listrik belum menjadi opsi bagi kendaraan dinas di lingkungan dewan. Sebagai langkah hemat energi dan anggaran, DPRD Kota Malang saat ini lebih memilih untuk memaksimalkan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada kendaraan dinas yang sudah ada.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amithya pada Rabu (1/4/2026). Menurutnya, pengadaan mobil listrik membutuhkan perhitungan anggaran yang matang, terutama karena pembelian kendaraan dinas diperkirakan tidak hanya dilakukan untuk satu unit.
“Bisa jadi wacana. Tapi kita lihat dululah. Beli mobil (listrik) itu kan juga enggak satu pastinya dong, gitu loh. Mobil (konvensional) masih bisa dipakai sih,” ujar Amithya pada Rabu (1/4/2026).
Sebagai bentuk nyata dari penerapan hemat energi, dewan telah mengambil langkah taktis berupa penataan ulang mekanisme perjalanan dinas. Amithya menjelaskan bahwa frekuensi perjalanan dinas anggota dewan saat ini sudah banyak dikurangi.
Ke depannya, efisiensi BBM akan ditingkatkan dengan cara memberangatkan anggota dewan secara rombongan menggunakan satu kendaraan, atau sistem carpooling.
“Kita sih sebenarnya kalau dari frekuensi, kita sudah banyak berkurang. Memang kita sedang melakukan efisiensi ya. Tetapi kalau untuk perjalanan dinas, mungkin nanti mekanismenya yang akan kita tata supaya lebih efisien di BBM. Ya kayak misalnya menggunakan satu kendaraan misalnya bersama-sama. Kalau bisa satu komisi itu penuh, 9 sampai 11 orang. Ada yang 12 kalau bisa,” jelasnya.
Tidak hanya sebatas penghematan BBM, dewan juga telah menekan pengeluaran di berbagai lini operasional lainnya.
“Kita sudah banyak melakukan efisiensi kami di dewan, mulai dari mekanisme perjalanan dinas, mekanisme pelayanan di sini, makan minum dan lain sebagainya,” tambah Amithya.












