PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Sampah di desa-desa Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten. Rencana menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola sampah di seluruh desa mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Munaris menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan berkolaborasi dengan BUMDes.
Menurut Munaris, pengelolaan sampah di desa memang menjadi perhatian utama, terutama karena dampaknya langsung dirasakan warga dan lingkungan sekitar.
“Memang kami mendukung konsep dan rencana DLH itu. Tahun 2025 saat ini, dalam proses Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes), kita coba arahkan desa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Dengan begitu, desa bisa berkolaborasi dalam pengelolaan sampah,” ujar Munaris, Minggu (30/11/2025).
Munaris menambahkan, pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi berkah jika dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Munaris juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Camat Gending yang sangat antusias mengembangkan program pengelolaan sampah secara kolaboratif dan sinergis.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Roby Siswanto mengingatkan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Roby mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan aktif dalam pengelolaan sampah.
“Keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah saat ini menjadi tantangan. Kita sedang menyiapkan rencana perbaikan tata kelola pengelolaan sampah berbasis sumber dan wilayah,” terang Roby.
Target utama DLH adalah setiap desa di Kabupaten Probolinggo memiliki TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang didukung oleh pemerintah desa dan dana dari Kabupaten.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah di TPA dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pemerintah desa bisa aktif, mengelola sampah sendiri dan mengangkutnya ke TPA jika volume sudah overload. Kalau desa mampu mengelola sampah secara mandiri, itu akan sangat membantu percepatan penanganan sampah di wilayah mereka,” ujar Roby.
Selain itu, DLH berencana membangun bank sampah di tingkat desa sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kerja sama dengan BUMDes diharapkan mampu menjadi kunci keberhasilan program ini.
Roby menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Roby mengusulkan satu desa dijadikan pilot project pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan desa.
“Ini semua demi lingkungan yang bersih dan sehat. Mari bersama-sama peduli dan menerapkan perilaku hidup bersih mulai dari rumah,” pungkas Roby.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Pemkab Probolinggo bisa menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis desa yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan. ig/fa












