PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo menggelar penandatanganan kontrak kerja dengan sekitar 40 rekanan jasa konstruksi di Ruang Rapat Dam Banyubiru Kantor Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/6/2025).
Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan proyek infrastruktur tahun 2025 sekaligus menegaskan komitmen Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo terhadap profesionalisme, kedisiplinan, dan transparansi dalam pengelolaan pekerjaan konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menyampaikan bahwa seluruh proses kontraktual dilakukan secara terbuka tanpa membedakan asal rekanan, baik lokal maupun luar daerah.
“Semua berhak mengikuti proses lelang selama memenuhi administrasi, kualifikasi, dan mampu memberikan penawaran harga terbaik. Prinsipnya adalah keadilan dan transparansi,” katanya.

Hengki menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek.
Ia juga mengingatkan agar penyedia jasa tidak melakukan perubahan teknis secara sepihak dan selalu mematuhi prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta keterbukaan informasi.
Hengki juga meminta laporan progres pekerjaan dilakukan rutin setiap minggu melalui sistem digital yang sedang disiapkan.
Selain itu, Hengki mengingatkan agar pekerjaan dimulai tepat waktu, dengan rekap data selesai pada hari Sabtu sehingga pelaksanaan dapat langsung dilakukan pada hari Senin.
Hengki mengingatkan seluruh penyedia jasa agar selalu mengikuti regulasi terbaru, termasuk kebijakan dalam katalog elektronik (e-katalog) pemerintah, sebagai syarat utama mengikuti lelang proyek pemerintah.

Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo juga memberikan kemudahan pembayaran berdasarkan progres pekerjaan, termasuk opsi uang muka sesuai ketentuan.
Hengki menegaskan bahwa semua proses dilakukan untuk memastikan pengawasan yang akuntabel dan transparan, serta memperkuat prinsip profesionalisme di lapangan.
Dalam rangka inovasi pengawasan, Dinas PUPR tengah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan pelaporan progres langsung dari konsultan pengawas, sehingga pengendalian pekerjaan menjadi lebih efisien dan terukur.
Hengki menutup sambutannya dengan mengingatkan agar seluruh penyedia jasa tetap mengikuti regulasi dan kebijakan terbaru, demi memastikan keberlangsungan serta kualitas proyek infrastruktur di Kabupaten Probolinggo. ig/fat/fa












