Bentuk Generasi Cerdas Berkarakter, Disdikbud Gelar Penguatan Literasi

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar pelatihan penguatan literasi bagi pendidik dan peserta didik dalam membentuk generasi cerdas berkarakter. 

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor Disdikbud Rabu (21/2/2024), dan diikuti oleh puluhan pendidik dan peserta didik tingkat SMP. 

Kabid Pendidikan Dasar Ahmad Fauzi mengatakan penguatan literasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pendidik dan peserta didik di era digital saat ini. 

"Diharapkan pendidik dan peserta didik mengetahui mana berita yang bisa dipercaya serta bisa mengembangkan bakat jurnalistik di sekolah masing-masing," kata Fauzi. 

Dalam kegiatan penguatan literasi tersebut, Disdikbud menghadirkan narasumber Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Probolinggo Raya Ahmad Faisol.  Materinya yaitu mengecek berita, membangun branding. 

Dalam pemaparannya, Faisol menegaskan bahwa banyak cara untuk mengetahui mana berita yang bisa dipercaya mana yang tidak. 

"Cara mengecek suatu berita bisa dicek di media massa, instansi terkait dan dicek situsnya. Dari situ sudah bisa kelihatan sebuah berita bisa dipercaya atau tidak," kata Faisol yang juga wartawan Harian Duta Masyarakat ini. 

Faisol yang juga bekerja sebagai wartawan Kompas.com Gramedia menambahkan, terdapat banyak perbedaan antara media massa dan media sosial. 

"Berita di media massa merupakan kebenaran karena sudah melalui proses jurnalistik, mulai tahapan mengumpulkan bahan berita, hingga melakukan konfirmasi, klarifikasi maupun verifikasi," jelas Faisol. 

Berita yang ditayangkan di media massa sudah melewati proses editing, termasuk melalui meja editor atau redaktur sebelum ditayangkan. 

Informasi di media sosial sifatnya hanyalah sebatas informasi yang bisa benar bisa tidak. Informasi di media sosial ditayangkan atau diupload oleh pengguna medsos sendiri, tanpa melalui proses jurnalistik sebagaimana di media massa atau pers. 

Untuk mempublikasikan inovasi atau keunggulan sekolah, pihak sekolah bisa menggunakan media sosial atau majalah dinding supaya bisa diketahui masyarakat luas. 

"Intinya di era digital saat ini kita harus kreatif, hati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Waspada juga terhadap berita yang diragukan kebenarannya. Apalagi saat ini media online banyak sekali, sehingga banyak berita berseliweran," kata Faisol. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *