PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kabupaten, Jawa Timur, membangun koordinasi antar instansi melalui Forum LLAJ.
Dishub melalui forum ini ingin mewujudkan transportasi dan angkutan yang berkeselamatan.
Poin penting ini terungkap dalam rapat forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Kecamatan Kraksaan, Selasa (30/1/2024).
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menegaskan bahasan di forum LLAJ ujungnya adalah mendekatkan transportasi dan angkutan berkeselamatan. Urusan ini tugas Pemda yang diampu Dishub.
"Forum LLAJ ini menjadi wahana koordinasi antar instansi penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan. Agar menghasilkan kebijakan secara luas dan menyeluruh berdasarkan regulasi, kita bicarakan bersama," jelas Edy.
Edy mencontohkan rencana revitalisasi traffic light jalur Pantura di timur stadion Gelora Merdeka Kraksaan yang harus diputuskan bersama-sama. Saran dan masukan serta data survei dari anggota forum, ditampung.
Sebab hal tersebut berdiri di aset ruas jalan nasional, Dishub menyediakan sarana prasarananya untuk traffic light. Pengaturannya jika ada rekayasa juga bersentuhan dengan transnasional. Tentunya akan ada kajian dan saran dari Satlantas Polres Probolinggo.
“Yang tidak kalah pentingnya juga Forkopimka. Disamping kanal Lapor Kand4 juga sering mendapat pengaduan utamanya dari pengguna lalu lintas yang dari arah barat. Kajian sementara harus bergeser traffic lightnya maju ke timur sekian meter. Majunya ini juga akan ada beberapa penyesuaian baik yang medianya maupun nanti bagaimana pengaturan dari arah utara, timur dan selatan,” terang Edy.
Termasuk rencana pemasangan portal di Kecamatan Banyuanyar dan Tegalsiwalan. Tentunya Camat mempunyai tugas untuk mensosialisasikan untuk mengamankan.
“Ada juga rencana penugasan jukir untuk menjadi penjaga pos perlintasan sebidang kereta api. Jika forum menyepakati, maka kita eksekusi bersama,” Edy menambahkan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari dan perwakilan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo.
Rapar ini diikuti sekitar 30 orang peserta terdiri dari anggota Forum LLAJ Kabupaten Probolinggo, PPK Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, Forkopimka Kraksaan serta perwakilan dari Kecamatan Tegalsiwalan dan Banyuanyar, UPT LLAJ Probolinggo Dishub Provinsi Jawa Timur, Jasa Raharja Probolinggo, UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen di Pasuruan serta keluarga besar Dishub Kabupaten Probolinggo.
Adapun materi diskusi untuk menjadi kesepakatan meliputi rencana revitalisasi tindak lanjut traffic light stadion, rencana rekayasa jalur lalin depan Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, rencana pemasangan portal kelas jalan di Malasan dan Klenang serta rencana penugasan 8 orang jukir untuk melengkapi jumlah petugas jaga perlintasan kereta api.
Hasyim mengatakan Forum LLAJ merupakan forum kebijakan pemerintah dalam bidang lalu lintas dan angkutan jalan demi terciptanya sistem transportasi yang baik di wilayah perkotaan yang terpadu dan mampu mengakomodasi mobilitas orang dan barang dengan lancar untuk mendukung perekonomian dan aktifitas masyarakat.
“Forum LLAJ ini dibentuk untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna jalan baik itu yang menggunakan kendaraan bermotor maupun motor. Harapannya keberadaan Forum LLAJ ini lebih terasa manfaatnya,” katanya.
Hasyim menegaskan dengan adanya jalan tol, tanah-tanah yang berceceran di jalan-jalan pantura maupun kabupaten harus ada pengawasan dari forum ini supaya insiden-insiden kecelakaan itu tidak terjadi.
“Pengaturan lampu merah memang perlu dikaji lagi, terutama terkait dengan lamanya warna merah maupun warna hijau sehingga yang jalan utama itu lebih lama dibanding dengan jalan yang simpangannya,” jelas Hasyim.
Hasyim meminta agar keberadaan Forum LLAJ ini bisa mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terutama memberikan peringatan dan teguran kepada kendaraan-kendaraan besar yang parkir di bahu jalan jalur cepat. ig/fa












