MALANG, BeritaKata.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendorong warganya untuk bercocok tanam pangan di sekitar tempat tinggal. Saat ini jumlah kelompok urban farming di Kota Malang sudah ada 113 kelompok.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan mengatakan, kondisi pertanian di Kota Malang saat ini mau tidak mau bergeser menjadi pertanian pekarangan. Atau, dalam arti lain yakni pemanfaatan pekarangan melalui pertanian atau lebih dikenal dengan urban farming.
Pihaknya mendorong kegiatan urban farming dengan menganekaragamkan bahan pangan lokal.
“Kita dorong nanti setiap tahun di setiap kecamatan muncul lagi kelompok urban farming. Minimal dalam setahun ada 10 atau 20 kelompok urban farming baru,” kata Slamet Husnan, Senin (28/10/2024).
Dijelaskannya, kegiatan urban farming dapat bersinergi dengan pemanfaatan pekarangan untuk ruang terbuka hijau yang asri, indah tapi juga produktif.
“Produktif dalam rangka selain menanam tanaman hias, juga ada tanaman penghasil, tanaman produktif, sayur-mayur, dan lainnya,” katanya.
Pihaknya setiap bulan dari 113 kelompok yang ada seringkali menerima laporan panen hasil urban farming.
“Kalau data secara detail belum ada. Kalau biasanya teman-teman kita buatkan grup panen cabai, biasanya disampaikan itu bisa sampai 12 kali sekali tanam,” katanya.
Pihaknya juga terus melakukan pembinaan terhadap kelompok urban farming yang ada dengan kegiatan pelatihan-pelatihan. Dispangtan Kota Malang bersinergi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dam Universitas Negeri Malang.
“Menjadikan teman-teman kampus sebagai narasumber, agar bisa memotret kira-kira budidaya apa yang lebih bisa dikembangkan dalam pertanian perkotaan atau urban farming ini. Selain pelatihan, kita juga memberikan bantuan berupa sarana prasarana,” katanya.
Bantuan yang diberikan seperti satu set alat bercocok tanam hidroponik termasuk benih, pupuk cair dan pompa pengendali air.
“Kita integrasikan antara usaha tani skala perkotaan dengan perikanan perkotaan, kemudian peternakan perkotaan dalam skala pekarangan,” katanya.












