Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Wujudkan Laboratorium Konstruksi Profesional

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo segera menghidupkan kembali Laboratorium Konstruksi yang nantinya juga akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris DPUPR, Juwono Prasetijo Utomo  menjelaskan, rencana ini sudah dirumuskan di tahun 2023 oleh Kepala Dinas PUPR, Hengky Cahjo Saputra dan baru bisa direalisasikan tahun 2024 ini.

”Semua kebutuhan seperti pengadaan alat dan pelatihan dasar sumber daya manusia (SDM) untuk pengoperasian laboratorium ini sudah kami laksanakan. Tinggal ruangannya saja yang saat ini sedang dalam perbaikan. Setelah itu baru dilakukan uji coba sehingga bisa dioperasikan,” ujar Juwono, Jumat (22/3/2024).

Juwono menjelaskan, laboratorium itu nantinya akan memiliki tiga fungsi, yakni uji lab tanah, beton dan aspal. Pihaknya sudah menyiapkan empat ruangan untuk tiga fungsi laboratorium itu termasuk ruang admin.

Laboratorium tersebut ditempatkan di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPUPR yang terletak di Jln Kolonel Sugiyono Nomor 52, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Tepatnya di depan rumah dinas Sekda Kabupaten Probolinggo.

“Kami akan buat laboratorium ini menjadi laboratorium profesional yang nantinya bisa menjadi sumber PAD untuk Kabupaten Probolinggo. Nanti para rekanan pihak ketiga yang akan melakukan pembangunan dengan anggaran yang berasal dari APBD wajib melakukan uji lab (beton, tanah dan aspal) di sini untuk persyaratan pencairan anggaran,” tutur Juwono.

Juwono menambahkan, laboratorium tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk organisasi perangkat daerah (OPD) saja tetapi swasta juga bisa menggunakan jasa laboratorium itu.

Pihaknya sedang berupaya untuk memenuhi International Organization of Standardization (ISO) untuk mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan Dinas PUPR, Ruli Nasrullah menyebut, Dinas PUPR membutuhkan anggaran untuk pengadaan alat-alat laboratorium di tahun 2024 kurang lebih  Rp 471.500.000 (untuk alat uji beton dan aspal).

Sementara untuk pelatihan uji beton dan aspal dilakukan di tahun 2024 dengan dana kurang lebih 100.000.000.

Selanjutnya di tahun 2025 kurang lebih diusulkan pengadaan alat uji tanah kurang lebih Rp 204.000.000. Dan juga diusulkan pelatihan untuk uji tanah kurang lebih Rp 50.000.000.

“Kami sudah menjadwalkan untuk agenda operasional laboratorium. Insya Allah awal bulan juni 2024 ini dengan agenda pada bulan Februari pelatihan personil laboratorium,  Maret pengadaan alat-alat laboratorium, April dan Mei penajaman dan pemantapan keahlian personal laboratorium  hingga akhirnya awal bulan Juni launching laboratorium pengujian konstruksi,” terang Ruli.

Soal teknis operasional laboratorium pengujian konstruksi, pihaknya menggelar sosialisasi dengan mengundang  asosiasi penyedia jasa konstruksi terkait teknis pengujian konstruksi, jenis pengujian konstruksi, aturan pengujian konstruksi sesuai dengan SNI dan tarif retribusi sesuai dengan Perda.

“Pelaksanaan pengujian konstruksi dilakukan sesuai dengan SOP dan aturan SNI. Pelaksanaan pengujian konstruksi dilakukan untuk paket pekerjaan di bidang Bina Marga, Sumber Daya Alam DPUPR, OPD atau pihak lain yang membutuhkan,” tandas Ruli. ig//fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *