MALANG, BERITAKATA.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan program RT Berkelas di RW 6 Perumahan Puri Cempaka Putih, Kelurahan Arjowinangun, Kamis (8/10/2026). Hingga Oktober 2026, realisasi program prioritas Pemerintah Kota Malang tersebut secara keseluruhan telah menyentuh angka 70 persen.
Dalam kunjungan tersebut, Wahyu meninjau berbagai hasil program pemberdayaan masyarakat. Ia juga turun langsung memetik sayuran selada hidroponik dan memberi makan ikan nila di kolam terpal budidaya milik warga setempat.
Wahyu mengapresiasi langkah warga RW 6 yang mengusulkan program RT Berkelas untuk kegiatan non fisik, seperti peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini dilakukan karena Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di perumahan tersebut belum diserahkan oleh pengembang kepada pemerintah daerah.
“Hari ini saya mengecek langsung program RT Berkelas di kawasan perumahan. Karena PSU-nya belum diserahkan dan masih dalam proses, akhirnya mereka memanfaatkan program RT Berkelas ini dengan kegiatan-kegiatan non fisik. Salah satunya pembinaan SDM dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wahyu di lokasi kunjungan.
Pelaksanaan program di RW 6 ini dinilai sebagai percontohan kolaborasi yang baik. Sebanyak empat RT sepakat menyatukan anggaran program RT Berkelas di bawah koordinasi Ketua RW agar pemanfaatannya lebih maksimal dan terarah.
“Berkat kerja sama dan kesepakatan empat RT yang dikoordinir Pak RW, program peningkatan SDM dan kesejahteraan yang sebetulnya direncanakan terealisasi lima tahun mendatang, kini bisa diwujudkan lebih cepat,” jelasnya.
Hasil dari kolaborasi tersebut terbukti konkret. Produk UMKM warga Perumahan Puri Cempaka Putih kini sudah mendapatkan pesanan rutin dari sekolah-sekolah sekitar. Selain itu, program ketahanan pangan juga berjalan lancar.
“Hidroponik ini luar biasa, hanya dalam waktu 28 hari sudah bisa panen. Tadi saya memanen pakcoy dan selada keriting. Selain itu, di belakang saya juga ada kolam terpal untuk ikan lele dan nila yang sudah panen. Inilah RT Berkelas yang betul-betul sesuai dengan harapan kita bersama,” tambah Wahyu.
Wahyu menegaskan bahwa program RT Berkelas dirancang untuk memotong lamanya proses pengusulan anggaran di tingkat kelurahan melalui Musrenbang. Dengan program ini, warga di tingkat RT bisa langsung mengeksekusi kebutuhan prioritas mereka.
Terkait progres program di seluruh Kota Malang, Wahyu menyebut angka serapan sudah berjalan sangat baik dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 ini.
“Realisasi RT Berkelas sampai saat ini sudah 70 persen. Karena ini masih bulan Oktober, pelaksanaannya masih berjalan sampai Desember. Wajar di tahun pertama ini warga masih menyesuaikan regulasinya, InsyaAllah pada 2027 bisa berjalan lancar,” terangnya.
Sementara itu, menanggapi keluhan warga mengenai infrastruktur fisik perumahan yang belum bisa diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat status PSU, Wahyu memastikan Pemkot Malang terus turun tangan mencari solusi.
Pemerintah telah memanggil pihak pengembang dan menerjunkan tim pendampingan untuk mempercepat proses penyerahan aset tersebut.
“Kita lakukan pendampingan untuk mencari solusi terkait permasalahan yang timbul, baik soal sertifikat, site plan, maupun kewajiban pengembang. Ini sedang berproses. Mudah-mudahan pada akhir 2026 ini bisa selesai, dan kalaupun belum, kita harapkan di 2027 bisa tuntas sehingga APBD dapat segera dimanfaatkan untuk PSU warga,” pungkas Wahyu. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












