Bulog Perkuat Koordinasi hingga Tingkat Desa, Penyaluran Bantuan Pangan di Pamekasan Dikebut

PAMEKASAN, BERITAKATA.id– Perum Bulog Kantor Cabang Madura terus mempercepat penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Pamekasan dengan memperkuat koordinasi hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan yang menjadi hak masyarakat dapat diterima tepat waktu sekaligus menjaga kelancaran distribusi di lapangan, Jumat (12/6/2026).

Hingga pertengahan Juni, penyaluran bantuan pangan telah terealisasi di delapan kecamatan. Bulog Madura menargetkan seluruh distribusi yang masih tersisa dapat diselesaikan sebelum 20 Juni 2026 sehingga masyarakat penerima manfaat tidak mengalami keterlambatan dalam memperoleh bantuan pemerintah.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, mengatakan percepatan distribusi menjadi fokus utama pihaknya dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, terus diperkuat.

“Koordinasi ini terkait percepatan bantuan pangan. Saat ini delapan kecamatan sudah tersalurkan, sisanya kami maksimalkan selesai sebelum 20 Juni,” katanya.

Menurut Ahmad, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan. Selain menjadi garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, pemerintah desa juga berperan memastikan informasi terkait bantuan tersampaikan dengan baik kepada penerima manfaat.

Atas dasar itu, Bulog Madura menjalin komunikasi intensif dengan Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Kabupaten Pamekasan. Komitmen tersebut ditandai melalui pertemuan antara jajaran Bulog dan Ketua Perkasa Pamekasan, Fahrianto, di Kecamatan Batumarmar pada Kamis (11/6/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, selain membahas percepatan distribusi yang sedang berlangsung, Bulog juga mulai menyampaikan rencana penyaluran bantuan pangan untuk alokasi berikutnya. Sosialisasi sejak dini dinilai penting agar pemerintah desa dapat melakukan persiapan lebih awal.

“Dalam silaturahmi ini kami juga menyampaikan persiapan bantuan pangan berikutnya yang rencananya ada tiga alokasi. Karena itu kami sampaikan langsung ke Ketua Perkasa agar nantinya bisa diteruskan ke seluruh kepala desa,” ujarnya.

Bulog Madura juga memanfaatkan momentum koordinasi tersebut untuk meluruskan berbagai informasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait distribusi bantuan pangan. Ahmad menegaskan bahwa keterlambatan distribusi yang pernah terjadi bukan disebabkan oleh pemerintah desa maupun adanya penyimpangan dalam penyaluran bantuan.

Menurutnya, hambatan yang terjadi sebelumnya lebih dipengaruhi faktor distribusi dan kondisi eksternal yang berdampak terhadap rantai pasok pangan.

“Kemarin sempat muncul kabar miring seolah bantuan ditahan kepala desa atau dikorupsi. Padahal itu murni karena ada kendala akibat dampak krisis global,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Ahmad, proses distribusi telah kembali berjalan normal dan seluruh bantuan yang telah dialokasikan pemerintah dipastikan akan sampai kepada masyarakat sesuai data penerima yang telah ditetapkan.

“Kami berkomitmen bantuan pangan ini pasti sampai ke desa-desa. Jadi masyarakat penerima manfaat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah desa menjadi modal penting dalam menjaga ketepatan sasaran program bantuan pangan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara Bulog dan pemerintah desa, proses distribusi diharapkan berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu menjangkau seluruh penerima manfaat tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah respons Ketua Perkasa sangat baik dan berkomitmen mendukung program bantuan pangan ini,” pungkas Ahmad Rofi’i. ig/an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *