Pasca Bertransformasi Menjadi UIN, UIN Madura Perkuat Sistem Mutu Berstandar Internasional

UIN Madura terus meningkatkan tata kelola dan layanan pendidikan sejak berubah status menjadi universitas.

PAMEKASAN, BERITAKATA.id- Komitmen meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan terus diperkuat UIN Madura pasca perubahan status kelembagaan dari IAIN menjadi universitas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Surveillance Audit bersama Decra Group Indonesia yang digelar di Aula Rektorat Lantai 4, Senin (18/5/2026).

Kegiatan audit pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu sekaligus memastikan seluruh layanan akademik maupun non-akademik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., mengatakan perjalanan penguatan sistem mutu di kampus yang dipimpinnya telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya, berbagai proses pembenahan kelembagaan dilakukan secara bertahap guna mendukung peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.

“Kalau kita flashback beberapa waktu ke belakang, beliau juga mendampingi saat awal proses sistem manajemen mutu dimulai pada tahun 2019. Artinya, sudah tujuh tahun kita berupaya membangun perubahan secara terstruktur melalui kerangka kelembagaan yang memperoleh pengakuan atau sertifikat internasional demi meningkatkan kualitas akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Saiful Hadi menjelaskan, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Madura untuk memperkuat berbagai aspek tridarma perguruan tinggi setelah berhasil menyelesaikan proses alih status kelembagaan pada tahun sebelumnya. Karena itu, pendampingan dan evaluasi sistem mutu dinilai penting untuk menjaga arah pengembangan institusi.

“Kita memahami bahwa masih banyak hal yang harus kita kuatkan, mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, hingga pengabdian kepada masyarakat. Tahun 2025 kita menyelesaikan perubahan bentuk institusi dari IAIN menjadi UIN, dan tahun 2026 ini kita memiliki semangat yang lebih kuat berdasarkan pembinaan dan pendampingan dari Decra Group Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah pengembangan UIN Madura saat ini berpijak pada jargon “Kampus Taneyan Lanjhang Pengembangan Pengetahuan Islam Integratif.” Konsep tersebut memadukan penguatan ilmu keislaman, realitas sosial masyarakat Madura, dan pengembangan ilmu pengetahuan modern sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Menurutnya, implementasi sistem penjaminan mutu tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kampus dan masyarakat.

“Keseluruhan aspek tridarma perguruan tinggi harus memiliki dampak. Pertama, kampus kita terekognisi melalui sertifikat internasional. Kedua, implementasi manual mutu dan sistem penjaminan mutu dapat berjalan efektif dan efisien sesuai harapan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Lead Auditor Decra Group Indonesia, Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd., menjelaskan bahwa proses audit berlangsung selama dua hari, yakni 18 hingga 19 Mei 2026. Audit dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, pemeriksaan dokumen, serta berbagi praktik terbaik yang dapat menjadi referensi pengembangan institusi.

“Kita akan melaksanakan audit dengan cara wawancara, melihat dokumen bukti-bukti, melakukan observasi, dan juga memberikan informasi terkait best practice dari tempat lain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil audit nantinya dapat berupa temuan kategori major, minor, observasi, maupun rekomendasi perbaikan. Seluruh hasil tersebut menjadi instrumen evaluasi yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan surveillance audit ini, UIN Madura menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar mutu institusi sekaligus memperkuat daya saing sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus berkembang di tingkat regional maupun nasional. ig/an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *