BATU, BERITAKATA.id – Seekor bayi bekantan (Nasalis larvatus) lahir di Batu Secret Zoo di Jawa Timur Park 2 pada 30 Januari 2026 lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Primata Indonesia. Kelahiran primata asal Kalimantan yang khas dengan hidung besarnya ini merupakan kelahiran bekantan yang kedelapan di fasilitas tersebut.
Pihak pengelola saat ini masih melakukan observasi terhadap bayi primata tersebut dalam program konservasi satwa endemik. General Manager Jawa Timur Park 2, Agus Mulyanto, mengatakan bahwa timnya belum dapat memastikan jenis kelamin bayi bekantan karena masih berada dalam pengawasan dan perlindungan ketat induknya.
“Untuk yang baru lahir ini, belum diketahui jenis kelaminnya karena masih diidentifikasi, karena baru lahir dan masih digendong sama induknya. Jadi belum tahu jantan atau betina. Sedangkan untuk keseluruhan, total saat ini ada 16 ekor Bekantan,” ungkap Agus Mulyanto pada Rabu (15/4/2026).
Agus menambahkan, kelahiran satwa ini menjadi bagian komitmen Batu Secret Zoo terhadap pelestarian satwa Indonesia. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari perawatan dan upaya konservasi yang berjalan secara berkesinambungan.
“Kelahiran bayi bekantan yang ke-8 ini merupakan hasil dari upaya perawatan dan konservasi yang konsisten. Kami berharap kehadiran satwa ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia, sekaligus menjadikan Batu Secret Zoo sebagai destinasi liburan yang edukatif dan berkesan,” tegas Agus.
Untuk mendukung program edukasi dan konservasi tersebut, Batu Secret Zoo menyediakan fasilitas eksibit bekantan. Eksibit yang diresmikan pada tahun 2021 ini memiliki beberapa karakteristik utama seperti Replika Habitat Asli yakni eksibit dilengkapi dengan ekosistem yang terintegrasi, mencakup area pepohonan, daratan, pulau kecil, hingga perairan yang berisi ikan.
Kemudian, konsep Three Top View yakni fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk mengamati aktivitas bekantan dari tiga sudut pandang yang berbeda, yakni dari area atas, area daratan, serta area bawah air melalui medium akuarium. Selain itu, juga Arsitektur Tematik yakni desain bangunan mengadopsi bentuk rumah adat Kalimantan. Area ini juga dilengkapi dengan papan informasi edukatif mengenai budaya lokal setempat serta karakteristik biologis bekantan.
Kehadiran bayi bekantan ini secara langsung menambah daftar daya tarik wisata edukasi di fasilitas tersebut. Melalui inovasi wahana dan kelanjutan program konservasi, Jawa Timur Park Group menyatakan komitmennya untuk terus memadukan unsur rekreasi dan pembelajaran faktual bagi pengunjung, khususnya bagi keluarga dan anak-anak pada masa liburan sekolah.












