HUT ke-112 DPRD Kota Malang, Wawali Ali Muthohirin Apresiasi Sinergi dan Ajak Tuntaskan Masalah Klasik

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-112 DPRD Kota Malang pada Selasa (31/3/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Malang. Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-112 DPRD Kota Malang pada Selasa (31/3/2026).

Ali menegaskan, DPRD Kota Malang bukan sekadar rumah aspirasi rakyat, melainkan penjaga moral demokrasi yang perannya krusial. Menurutnya, kolaborasi yang baik dengan legislatif membuat beban Pemkot Malang dalam menghadapi berbagai tantangan menjadi lebih ringan.

“Di tengah kondisi lokal, situasi nasional, bahkan kondisi global yang tidak menentu, tantangannya sangat luar biasa. Banyak ujian yang kami harus hadapi di Pemerintah Kota Malang, tapi itu terasa ringan karena peran, kolaborasi, dan kebersamaan DPRD yang selalu sinergis,” ungkap Ali pada Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, pengawasan dari DPRD sangat vital untuk memastikan arah pembangunan Kota Malang tetap mematuhi regulasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menyinggung peringatan HUT ke-112 Pemkot Malang yang jatuh pada 1 April esok hari. Tahun ini, Pemkot mengusung tema Malang Melintas, Bergerak Tuntas, Ngalam Mbois Berkelas.

Tema ini menjadi refleksi sekaligus komitmen Pemkot Malang untuk menuntaskan beban sejarah dan arah pembangunan yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam satu periode masa jabatan. Saat dimintai penegasan apakah kata “tuntas” mencakup penyelesaian masalah klasik seperti banjir dan kemacetan, Ali menjawab lugas.

“Ya itu pasti, semuanya itu akan kita tuntaskan. Semangat itu kita ingin kuatkan di refleksi 112 ini. Semua kita tuntaskan tanggung jawab kami yang sudah ditetapkan di RPJMD Kota Malang,” tegasnya.

Untuk merealisasikan target pembangunan tersebut, Ali mengatakan jajaran Pemkot Malang siap berkolaborasi kapan saja, tidak terbatas pada rapat atau ruang formal kenegaraan. Ia mencontohkan kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan bersama anggota dewan jika ditemukan keluhan di masyarakat.

“Misalnya diajak ke pasar pun tidak masalah. Biar pasar jelek menurut pandangan para penjual, itu bisa kami langsung selesaikan bersama Diskoperindag kami, bisa kapan saja,” jelasnya.

Menurut Ali, respons positif dan pujian dari masyarakat saat ini terus mengalir berkat peran aktif individu maupun kelembagaan DPRD yang langsung menyentuh akar rumput.

Sebagai bentuk refleksi bersama, Ali juga memberikan masukan kepada DPRD Kota Malang untuk mulai memaksimalkan teknologi informasi dalam menjaring suara rakyat. Ia berharap ada kanal khusus yang mudah diakses publik tanpa harus menunggu momen formal.

“Di samping ada ruang-ruang Pokir (Pokok Pikiran) yang secara formal, harus ada rumah bersama yang memanfaatkan kekuatan teknologi. Sehingga aspirasinya bisa dari siapa pun, ada ruang kanal khusus yang disampaikan kepada DPRD dan bisa menjadi aspirasi bersama masyarakat Kota Malang,” sarannya.

Ali juga mendoakan agar seluruh anggota DPRD Kota Malang senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan. Ia juga meminta DPRD terus menjalankan fungsinya sebagai pengawas kinerja eksekutif.

“Sekali lagi pesan kami, DPRD Kota Malang harus tetap mengawasi kami, menjadi moral demokrasi, sekaligus mengarahkan dan menjamin arah pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kita bisa mewujudkan Kota Malang yang mbois dan berkelas,” pungkas Ali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *