Wisata  

Target 1 Juta Wisatawan Kota Batu Terancam Melenceng Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Ini Penjelasan Disparta

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto.

BATU, BERITAKATA.id – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memprediksi target satu juta kunjungan wisatawan selama periode libur panjang Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026 sulit untuk dicapai. Prediksi ini muncul mengingat sisa waktu libur panjang yang tinggal menyisakan dua hari, yakni Senin hari ini dan Selasa besok.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan pesimismenya terkait pencapaian target tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai peluang menembus angka satu juta pengunjung di sisa waktu libur, ia mengakui hal tersebut berat untuk direalisasikan.

“Agak sulit mas ini,” ujar Onny pada Senin (23/3/2026).

Menurut Onny, faktor utama melesetnya target kunjungan wisata bukan disebabkan oleh masalah ekonomi, melainkan karena pergeseran tradisi masyarakat selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 2026.

“Ya karena memang libur lebaran lebih banyak digunakan untuk silaturahmi ke kerabat ya, daripada berwisata,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada menurunnya minat wisata masyarakat ke Kota Batu. Menurutnya, hal tersebut tidak memiliki korelasi langsung dengan daya beli masyarakat di sektor pariwisata.

“Kalau efisiensi anggaran kan di kegiatan pemerintah. Gaji dan lainnya dari sektor pemerintah dan swasta kan tetap, harusnya tidak berpengaruh secara langsung,” tegas Onny.

Terkait pendataan, Disparta Kota Batu mencatat total kunjungan sementara mencapai 42.507 wisatawan. Angka tersebut didapat dari pemantauan periode libur yang dilakukan mulai tanggal 14 Maret hingga 22 Maret 2026. Namun, Onny menekankan bahwa angka tersebut masih sangat jauh dari target dan kondisi riil di lapangan karena lambatnya laporan yang masuk dari para pelaku usaha pariwisata.

“Mas ini data masuk masih 16 persen yang bisa kami dapat datanya. 16 persen dari jumlah yang kita sample. Belum semuanya mengirimkan data. 42.507 wisatawan itu masih 16 persen data masuk,” papar Onny merinci.

Disparta melakukan pengambilan data kolektif pada 140 titik sampel, yang terdiri dari 90 jasa usaha akomodasi atau hotel dan 50 Daya Tarik Wisata (DTW). Hingga rekapitulasi pada Minggu (22/3/2026) pukul 18.17 WIB, rincian data yang masuk yakni Jasa Akomodasi/Hotel tercatat ada 872 kunjungan harian dengan persentase okupansi harian mencapai 71,48 persen. Total akumulasi kunjungan mencapai 9.378 wisatawan atau 36,63 persen.

Kemudian, Daya Tarik Wisata (DTW) tercatat ada 872 kunjungan harian atau 25,83 persen, dengan total akumulasi kunjungan mencapai 33.125 wisatawan. Data sementara tersebut juga belum mencakup angka kunjungan pada jasa usaha kuliner seperti restoran atau kafe. Selain itu, data kunjungan di jasa usaha homestay dan vila juga dikecualikan karena pihak paguyuban belum memberikan laporan.

Terkait lambatnya proses pengumpulan data dari target sampel, Onny menyebutkan bahwa kendala utamanya murni berada pada alur birokrasi internal masing-masing tempat usaha pariwisata.

“Ya karena administrasi saja sih mas, mereka perlu untuk verifikasi datanya dari level bawah sampai level pimpinan. Memang perlu waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *