PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Menyikapi kondisi kelangkaan LPG yang belakangan dirasakan oleh sebagian masyarakat, DPRD Kabupaten Probolinggo mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini secara menyeluruh sebagai bagian dari sistem distribusi energi yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
Secara umum, ketersediaan LPG, khususnya LPG subsidi 3 kilogram, merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian, di tingkat daerah, terdapat sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat, terutama dalam hal distribusi, pengawasan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Hj. Nurhasanah, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan adanya tantangan dalam penyaluran LPG subsidi, termasuk ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan distribusi yang tersedia di beberapa wilayah.
“Kami memahami bahwa pengelolaan LPG subsidi merupakan bagian dari sistem yang cukup kompleks. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi dan pengawasan agar distribusi dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Probolinggo terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi, melakukan pembaruan data penerima manfaat, serta memastikan penyaluran berjalan merata hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Selain itu, transparansi informasi terkait pasokan dan distribusi LPG juga dinilai penting agar masyarakat dapat memahami kondisi yang ada serta menghindari kesalahpahaman di lapangan.
DPRD, lanjut Hj. Nurhasanah, akan terus menjalankan fungsi pengawasan serta menyerap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dengan menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya serta menyampaikan informasi apabila terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, kami optimistis persoalan ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” tutupnya. ig/fa












