Soal Prestasi Timnas Bola Voli, Megawati Sebut Mustahil Menang Jika Kumpul Mendadak

Atlet voli nasional putri, Megawati Hangestri Pertiwi.

MALANG, BERITAKATA.id – Atlet voli nasional putri, Megawati Hangestri Pertiwi, memberikan jawaban tajam soal kondisi prestasi Tim Nasional (Timnas) Bola Voli Indonesia di kancah Asia. Pernyataan ini disampaikannya saat berada di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026), menjelang lanjutan kompetisi Proliga 2026.

Megawati mengakui bahwa level permainan Timnas Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di tingkat Asia. Ia menyoroti minimnya persiapan dan jam terbang sebagai faktor utama penghambat prestasi.

Megawati mengungkapkan bahwa pola pemusatan latihan yang selama ini diterapkan dinilai sangat mendadak dan tidak ideal untuk membangun sebuah tim yang solid. Menurutnya, durasi persiapan yang singkat membuat peluang kemenangan menjadi sangat kecil.

“Jarang ada pertandingan juga, terus kita selalu kumpul itu 2 bulan sebelumnya, atau bahkan 1 minggu sebelumnya kita untuk bertanding, itu mustahil banget kalau kita mau menang. Dan itu kalau menang pun kita keajaiban,” ujar Megawati pada Rabu (4/2/2026).

Ia menilai bahwa kualitas timnas bola voli Indonesia saat ini masih berada di level Asia Tenggara dan belum siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi jika pola yang ada tidak berubah.

“Menurutku itu sih, karena kita masih levelnya masih Asia Tenggara kalau bisa dibilang. Kalau ke Asia kita mungkin masih ketinggalan. Masih ketinggalan karena kita harus butuh banyak bertanding, banyak kumpul juga,” tegasnya.

Selain durasi latihan, Megawati juga menekankan pentingnya konsistensi komposisi pemain dalam skuad timnas. Ia meminta agar bongkar pasang pemain tidak dilakukan terlalu sering karena berdampak langsung pada chemistry tim.

“Terus jangan gonta-ganti pemain, kayak gitu. Itu tolong digarisbesari,” kata Megawati.

Menurut pemain dengan julukan “Megatron” ini, bahwa membangun koneksi antar pemain bukanlah hal instan. Kehadiran pemain bintang dalam satu tim tidak menjamin kemenangan jika tidak dibarengi dengan kekompakan yang dibangun dalam waktu lama.

“Karena itu yang bikin kita enggak ada chemistry kayak gitu. Karena kita ganti pemain itu enggak segampang itu untuk membangun chemistry. Kayak apalagi dengan waktu yang sangat singkat, sekalipun kita pemain bintang semua kalau kita nggak punya chemistry itu nggak akan bisa. Karena kita permainan, permainan tim juga kayak gitu,” jelasnya.

Megawati berharap adanya perhatian serius terhadap timnas bola voli Indonesia agar mampu mengejar ketertinggalan tersebut di masa mendatang.

Megawati mengajak semua pihak untuk bersikap realistis. Sebelum berbicara tentang level Asia yang lebih luas, ia menilai Timnas Indonesia harus fokus mengejar ketertinggalan dari negara tetangga.

“Terus semuanya tentang kayak kesiapannya untuk bisa bersaing dengan negara-negara yang jangan jauh-jauhlah, Vietnam dulu aja,” pungkasnya. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *