MALANG, BERITAKATA.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa pencapaian target dan kesuksesan program-program strategis pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tidak cukup direalisasikan hanya dalam waktu lima tahun. Pernyataan ini sekaligus mengindikasikan dukungan kuat Zulhas terhadap Presiden Prabowo untuk memimpin selama dua periode demi menuntaskan seluruh visi pembangunan nasional.
Hal tersebut ditegaskan Zulhas saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur di Kota Malang pada Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutannya, Zulhas menyebut dirinya telah berjuang bersama Prabowo selama 15 tahun dan memahami betul visi besar presiden yang telah disusun sejak lama. Terkait realisasi program-program tersebut, ia secara terbuka menegaskan bahwa waktu satu periode pemerintahan tidaklah cukup, sehingga ia akan terus tegak lurus mendukung keberlanjutan kepemimpinan Prabowo.
“Ya kalau lima tahun belum kelar ini program-program. Betul enggak? Belum selesai, Pak, lima tahun. Selesai enggak program kita lima tahun? Belum! Jadi ya maklum lah, saya enggak mungkin belok-belok. Enggak ada saya lirik kiri, lirik kanan. Lurus! Lurus!,” ujar Zulhas pada Kamis (9/4/2026).
Selain memberikan sinyal dukungan politis, Zulhas memaparkan sejumlah pokok-pokok kebijakan strategis pemerintah yang saat ini sedang dikebut pelaksanaannya.
Terkait Swasembada Pangan dan pembelaan terhadap petani, Zulhas menyoroti pentingnya kedaulatan pangan dan mengkritik sistem pasar bebas yang selama ini membuat Indonesia bergantung pada impor, termasuk impor beras sebesar 4,2 juta ton pada 2024. Dikatakannya, kondisi membaik saat surplus beras tanpa impor pada 2025.
Keberpihakan kepada petani diwujudkan dengan memangkas aturan distribusi pupuk dari 145 menjadi 3 aturan, memberikan diskon pupuk 20 persen, serta mematok harga gabah minimum Rp6.500 per kilogram.
“Tidak ada negara yang maju tanpa berdaulat di bidang pangan, enggak ada. Harus! Tahun 2025, setahun Pak Prabowo jadi Presiden… tempo satu tahun kita sudah tidak impor beras, kita malah lebih 4,2 juta ton. Bapak-bapak, itu bukan angka-angka, ini merubah nasib saudara kita,” tegasnya.
Pemerintah juga berfokus pada penyejahteraan nelayan yang kerap dirugikan oleh tengkulak karena sifat tangkapan ikan yang mudah busuk. Tahun ini, pemerintah akan membangun 1.300 kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas pendingin (cold storage) dan pabrik es.
“Kalau itu sudah terjadi, Pak, nanti ikan itu saya akan berikan harga acuan. Ikan ini sekian, ikan ini sekian. Kita harus lindungi nelayan kita agar dia juga bisa makmur. Itulah cita-cita Indonesia merdeka,” kata Zulhas.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Zulhas menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar urusan bisnis penyediaan makanan, melainkan fondasi mendasar untuk mengubah peradaban dan memperbaiki kualitas kecerdasan (IQ) anak Indonesia. Ia secara khusus meminta agar pondok pesantren mendapat perhatian penuh karena banyak santri yang sangat membutuhkan asupan gizi memadai.
“Jadi Pak, makan ini bukan cuma sekedar piring, ada telur, enggak Pak. Ini merubah peradaban. Ini sangat mendasar. Ini menyangkut kita, menyangkut Indonesia, menyangkut manusia Indonesia, menyangkut anak kita,” ungkapnya.
Untuk memutus mata rantai rentenir dan memperkuat ekonomi dari bawah, pemerintah menargetkan pembentukan lebih dari 30.000 Koperasi Desa (Kopdes) yang ditargetkan selesai pada Juni-Juli mendatang. Hal ini untuk penguatan ekonomi kerakyatan melalui Kopdes.
Kopdes akan terhubung di 80.000 desa dan berfungsi sebagai pembeli hasil panen (off-taker) sekaligus penyalur bantuan infrastruktur pemerintah seperti pupuk subsidi, gas, dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Zulhas juga membawa mandat untuk mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Resik, Indah). Ia menargetkan program pengolahan sampah terpadu menjadi energi atau waste to energy berjalan optimal.
Seluruh sektor terorganisir seperti hotel, sekolah, pasar, mal, dan restoran diwajibkan menyelesaikan masalah sampahnya secara mandiri dengan tenggat waktu antara akhir 2027 hingga Mei 2028.
Zulhas juga memastikan bahwa dirinya diwajibkan oleh Presiden untuk turun langsung ke lapangan selama tiga hari dalam sepekan demi mengawal seluruh program ini. Ia juga mengingatkan para pengusaha GAPEMBI bahwa mereka memegang peran krusial dalam menentukan kualitas masa depan SDM Indonesia.












