MALANG, BERITAKATA.id – Memasuki usia ke-112 tahun, kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dinilai masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, secara terbuka mengakui bahwa kinerja jajarannya saat ini masih jauh dari kata sempurna.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara usai Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-112 DPRD Kota Malang pada Selasa (31/3/2026). Amithya mengatakan bahwa peringatan hari ulang tahun yang jatuh pada 25 Maret menjadi momentum titik tolak evaluasi bagi legislatif.
“Pastinya di hari ini adalah, sebetulnya tanggal 25 Maret, menjadi titik balik refleksi kami selama hampir dua tahun bekerja. Apa yang menjadi ketidaksempurnaan, kemudian evaluasi-evaluasi yang akan bisa kami perbaiki nanti ke depan,” ujar Amithya.
Sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, Amithya menegaskan komitmen DPRD untuk terus bersinergi dan menjadi mitra yang baik bagi pihak eksekutif atau Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja dewan, ia tidak menampik adanya kekurangan dan justru meminta masyarakat untuk turut serta memberikan pengawasan.
“Saya tahu bahwa memang mungkin jauh dari sempurna, tapi kami berharap masyarakat juga membantu kami dengan cara proaktif memberikan evaluasi, kemudian memberikan kritik membangun untuk kami, sehingga kami senantiasa berbenah bersama-sama dengan eksekutif,” tegasnya.
Untuk menampung aspirasi dan kritik masyarakat, DPRD Kota Malang telah membuka berbagai kanal komunikasi, baik secara digital, konvensional, maupun non-formal.
“Bisa melalui sosial media seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan lain sebagainya. Tetapi dengan cara-cara konvensional, bersurat misalnya, itu juga bisa. Kemudian dengan cara non-formal, banyak sekali teman-teman yang menyampaikan aspirasinya melalui direct message (japri) kepada kami. Jadi kami selalu membuka peluang,” jelas Amithya.
Ke depan, DPRD Kota Malang akan berfokus pada perbaikan pola komunikasi dan penyampaian informasi publik. Amithya menilai, dewan perlu lebih masif dalam menyosialisasikan hasil kerjanya agar masyarakat memahami dampak dari kebijakan yang telah dibuat.
“Mungkin kami akan lebih masif mensosialisasikan apa yang sudah kami kerjakan ya, sehingga masyarakat terinformasi bahwa ada kebijakan-kebijakan yang sekiranya itu berimbas pada masyarakat dengan lebih baik,” paparnya.
Terkait target jangka pendek dan jangka panjang, Amithya menyebut fokus utama DPRD tetap sama, yakni pada pembenahan diri kelembagaan dan individu. Sementara itu, fungsi standar dewan seperti pengawasan, penganggaran (budgeting), dan legislasi akan terus dijalankan.
“Target jangka panjang dan pendek sama saja, pokoknya kita yang jelas memperbaiki diri dan berbenah. Secara fungsi kita standar, pengawasan, budgeting, dan legislasi. Tapi yang jelas kami ingin berbenah secara person to person-nya juga, sehingga nanti menguatkan institusi ini untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Amithya juga menyampaikan, bahwa evaluasi terbesar saat ini terpusat pada bagaimana cara anggota dewan berinteraksi dengan warga.
“Bentuk komunikasi kepada masyarakat. Mungkin apakah ada yang masih butuh kami sempurnakan kembali, mungkin lebih ke situ,” tutup Amithya.












