Religi  

Simak 13 Rangkaian Kegiatan Harlah Satu Abad NU 1926-2026 di Jatim

Kick Off dan Sarasehan Pesantren Kebangsaan di Auditorium Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan, Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Rangkaian kegiatan peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2026 resmi dimulai melalui acara Kick Off dan Sarasehan Pesantren Kebangsaan di Auditorium Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan, Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema Memperkokoh Jami’yyah Tradisi, Kontribusi dan Mengembangkan Peradaban.

Acara kick off ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Rektor Unisma Prof Junaidi, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, serta perwakilan PCNU, jajaran rektor PTNU dan pengurus LPTNU se-Jawa Timur.

Ketua Panitia, Prof. Maskuri Bakri mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini didasari oleh Surat Keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tertanggal 24 Desember 2025. Ia menjelaskan ada lima tujuan utama dari peringatan besar ini.

“Tujuan dari kegiatan ini, yang pertama adalah melaksanakan konsolidasi, mengembangkan potensi dan ekspose sumber daya Nahdlatul Ulama guna memperkokoh gerak langkah jami’yyah khidmatnya pada bangsa dan negara,” ujar Maskuri dalam sambutannya pada Rabu (7/1/2025).

Ia menambahkan, poin lainnya mencakup peningkatan pemahaman budaya pesantren untuk menuju Generasi Emas 2045, pengembangan budaya sebagai sarana dakwah, penguatan komitmen kebangsaan untuk NKRI, serta merawat tradisi dan spiritualitas jemaah.

Dalam laporannya, Maskuri merinci 13 kegiatan yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Jawa Timur sepanjang Januari hingga Februari 2026:

  1. Kick Off dan Sarasehan Pesantren Kebangsaan dilaksanakan di Unisma pada 7 Januari 2026.
  2. Ziarah Muassis dan Muharrik NU dilakukan serentak se-Jatim pada 24 Januari, dilanjutkan ke Maqbarah (makam) pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari dan lainnya di Jombang pada 25 Januari 2026.
  3. Historical Trek atau napak tilas tempat-tempat bersejarah NU oleh badan otonom seperti Lesbumi, IPNU, dan IPPNU.
  4. Pameran Seni Rupa Nasional bertajuk Manisah Kalasubah di Galeri Balai Pemuda Surabaya pada 30 Januari 2026.
  5. Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis serentak di RS dan Klinik NU se-Jawa Timur pada 31 Januari 2026.
  6. Sarasehan Pesantren Sehat untuk memberantas kesan kumuh di lingkungan pesantren pada 1 Februari 2026.
  7. Gen Zin Festival atau kompetisi potensi santri mulai dari pidato bahasa Inggris dan Arab hingga Digital Boot dan audisi AI (Artificial Intelligence) pada 26-30 Januari 2026 secara daring dan final di Blitar pada 6 Februari 2026.
  8. Lailatul Hadrah Ishari atau dalam dalam rangka untuk memasyarakatkan salawat dan mensalawatkan masyarakat agar memiliki rasa cinta pada Rasulullah Muhammad SAW di Masjid Kemayoran Surabaya, 31 Januari 2026.
  9. Pameran UMKM dan Halal Industry di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026.
  10. Konsultasi Sertifikasi Halal di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026.
  11. Ngaji Bareng Gus Iqdam di Blitar pada 6 Februari 2026.
  12. Solidaritas Musibah atau penghimpunan dana untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara bertempat di Blitar pada 6 Februari 2026.
  13. Mujahadah Kubro atau puncak acara berupa doa bersama untuk keselamatan bangsa di Stadion Gajayana, Kota Malang pada 7-8 Februari 2026.

Puncak rangkaian acara diprediksi akan memusatkan massa dalam jumlah besar di Kota Malang, khususnya pada kegiatan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana.

Maskuri mengungkapkan bahwa sekitar 45 PCNU se-Jawa Timur telah berkomitmen mengirimkan minimal seribu jemaah per cabang. Dengan estimasi kehadiran 40.000 hingga 50.000 orang, panitia memprediksi akan terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan.

Meski begitu, pihak panitia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang terkait penggunaan Stadion Gajayana, baik area dalam stadion maupun lapangan parkir luar, untuk menampung puluhan ribu jemaah tersebut.

“Insyaallah ya Kota Malang akan macet. Karena memang target kita adalah Kota Malang macet. Insyaallah ini mohon doanya dan mudah-mudahan ini akan dilaksanakan pada tanggal 7 sampai 8 Februari,” kata Maskuri. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *