SURABAYA, BERITAKATA.id – Perusahaan operator telekomunikasi seluler dan penyedia layanan digital Telkomsel terus memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan jaringan 5G di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Saat ini, operator seluler tersebut telah mengoperasikan lebih dari 50 site 5G guna menunjang kelancaran aktivitas digital masyarakat.
Manager Network Operations and Productivity Malang Telkomsel, Priambodo Kurniawan, mengatakan bahwa penambahan kapasitas terus dilakukan di berbagai titik strategis untuk meningkatkan experience pelanggan.
“Saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 50 site 5G yang tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Malang Raya, dengan kecepatan unduh rata-rata di 200 sampai dengan 400 Mbps,” ujar Priambodo, Jumat (9/10/2026).
Priambodo menjelaskan, kegiatan pemantauan (monitoring), perbaikan, dan penambahan kapasitas jaringan dilaksanakan secara rutin. Di sisi lain, perluasan cakupan area (coverage) dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan persebaran kebutuhan pengguna layanan 5G serta ketersediaan perangkat yang mendukung teknologi tersebut.
Kehadiran infrastruktur 5G di Malang Raya difungsikan sebagai solusi atas keterbatasan kapasitas pada jaringan generasi sebelumnya (capacity solution).
“Hadirnya jaringan 5G Telkomsel menjadi capacity solution di mana saat kapasitas jaringan 4G sudah terbatas atau kurang dan mengganggu kenyamanan pelanggan dalam melakukan aktivitas digital, dengan adanya jaringan 5G tentunya akan membantu meningkatkan kecepatan dan kenyamanan konektivitas pelanggan yang secara otomatis turut membantu melancarkan aktivitas kegiatan ekonomi digital masyarakat,” paparnya.
Terkait dugaan mengenai penggunaan jaringan 5G yang bisa membuat baterai telepon seluler cepat habis, Priambodo menerangkan bahwa konsumsi daya baterai sangat bergantung pada kondisi lokasi dan kualitas sinyal setempat.
“Konsumsi penggunaan baterai tidak sama dalam semua kondisi dan lokasi. Hal ini juga berlaku dengan penggunaan jaringan 5G, ada sejumlah faktor di antaranya seperti kualitas sinyal di lokasi yang dipengaruhi oleh keberadaan site di sekitar pengguna,” kata Priambodo.
Ia menambahkan, kerapatan infrastruktur site menjadi salah satu kunci efisiensi daya pada perangkat pengguna.
“Borosnya baterai bisa juga diakibatkan karena site 5G yang masih belum serapat site 4G. Jika site 5G sudah rapat, maka tidak terlalu berpengaruh terhadap konsumsi penggunaan baterai,” pungkasnya. (NP/ FAS)












