MALANG, BERITAKATA.id – Program RT Berkelas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terealisasi salah satunya di RW 6 Perumahan Puri Cempaka Putih (PCP), Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang, Jawa Timur. Program bentukan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin tersebut di wilayah ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi warga.
Langkah ini diambil lantaran pengajuan pembangunan fisik belum dapat dilakukan akibat Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari perumahan tersebut belum diserahkan kepada Pemkot Malang.
Ketua RW 6 Kelurahan Arjowinangun, Agung Hari Prastiyono, menjelaskan bahwa pengurus RT 1 hingga RT 4 bersama pihak RW sepakat mengalihkan usulan program ke sektor pemberdayaan ekonomi produktif dan pelatihan keterampilan.
“Pandangan kami sebagai Ketua RW 6 Kelurahan Arjowinangun, dengan program RT Berkelas ini, harapan kami untuk wilayah kami melakukan pengajuan yang sifatnya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan perekonomian,” kata Agung saat diwawancarai pada Kamis (8/10/2026).
Agung merincikan, usulan program di RW 6 mencakup pelatihan pembuatan kue, tata kelola UMKM, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, hingga pelatihan marketing digital dan teknik penjualan. Pelatihan marketing yang telah terealisasi ditujukan untuk menyatukan potensi UMKM warga serta meningkatkan nilai jual produk lokal.
Di sektor pertanian perkotaan atau dikenal urban farming, warga memanfaatkan bantuan program untuk pengembangan budidaya ikan lele dan nila, penanaman sayur selada hidroponik, serta budidaya lidah buaya.
“Budidaya ikan kita pusatkan di RT 4 karena tempatnya yang luas. Kalau yang RT 1, 2, 3 itu pelatihan marketing. Ada pelatihan untuk hidroponik juga ada. Usulan mesin pencacah daun untuk pembuatan kompos ada di RT 2 dan RT 4,” ujar Agung.
Untuk keberlanjutan program, seluruh kegiatan ini dikelola secara kolektif oleh Kelompok Tani Kampung Bejo, kelompok tani tingkat RW yang telah berdiri sejak 2018 dan memiliki produk unggulan minuman rempah Wedang Jahe.
Program RT Berkelas di RW 6 telah menghasilkan panen perdana. Bantuan tiga unit kolam beserta bibit dan pakan ikan lele sebanyak 1.000 ekor menghasilkan sekitar 50 hingga 60 kilogram lele saat panen.
Hasil panen ikan maupun sayuran hidroponik tersebut dijual kembali kepada warga sekitar dengan harga standar pasar, yakni Rp26.000 setiap kilogram untuk ikan lele.
“Hasilnya dijual ke lingkungan kita sendiri, tidak dibagi-bagikan gratis karena semuanya ada pembiayaan operasional. Uang hasil penjualan digunakan untuk modal pembelian bibit baru yang sekarang beralih ke bibit ikan nila serta penambahan kas kelompok tani untuk kegiatan warga,” tutur Agung.
Pihak RW juga merencanakan pembangunan galeri UMKM di area depan greenhouse lingkungan setempat sebagai sarana pemasaran produk olahan warga, baik secara luring maupun daring.
Meski program pemberdayaan non fisik berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh warga, Agung mengungkapkan bahwa kebutuhan perbaikan infrastruktur fisik tetap diharapkan, terutama pembenahan jalan kompleks yang rusak.
Agung berharap, Pemkot Malang dan pihak pengembang dapat segera menyelesaikan proses serah terima PSU agar usulan perbaikan infrastruktur jalan di Perumahan Puri Cempaka Putih dapat direalisasikan.
“Kalau infrastruktur yang dibutuhkan saat ini sebenarnya perbaikan jalan, karena sudah lama tidak ada pengaspalan. Namun karena PSU belum diserahkan pengembang, kami memahami aturan yang ada dan sementara mengandalkan swadaya warga serta terus berkoordinasi dengan pengembang,” jelasnya. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












