MALANG, BERITAKATA.id – Perumda Tugu Tirta Kota Malang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 pada Kamis (18/12/2025). Perayaan ini menjadi momentum bersejarah dengan hadirnya pimpinan daerah dari tiga wilayah di Malang Raya sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi atas capaian prestasi dan kualitas pelayanan Perumda Tugu Tirta. Ia menekankan bahwa tajuk “Sinergi untuk Kemajuan” pada HUT kali ini diimplementasikan melalui kerja sama erat antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
“Ini menjadi salah satu start awal yang baik, sinergi Malang Raya. Kita tahu bahwa Kota Malang ini ketersediaan airnya, walaupun sudah ada WTP (Water Treatment Plant), tetap bergantung pada Kabupaten Malang dan Kota Batu untuk suplai air bersih,” ujar Wahyu Hidayat saat ditemui di Kantor Perumda Tugu Tirta, Kamis (18/12/2025).
Wahyu menambahkan, bahwa kehadiran para kepala daerah di kantor Perumda Tugu Tirta merupakan bukti nyata soliditas lintas administrasi wilayah.
“Sinergitas ini tidak bisa kita tinggalkan, kita harus satu. Ini jadi sejarah, kepala daerah sudah datang di Perumda Tugu Tirta. Ini menunjukkan bahwa solidaritas dan sinergi yang baik dari Malang Raya sudah terjalin,” tegasnya.
Wahyu juga mengingatkan bahwa fokus utama ke depan tetap pada kualitas pelayanan.
“Keluhan-keluhan harus betul ditanggulangi, karena salah satu indikator penilaian kinerjanya adalah bagaimana kita bisa mengurangi keluhan masyarakat,” katanya.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, yang hadir mewakili Wali Kota Batu, mendukung penuh gagasan kolaborasi yang ada. Ia menyoroti pentingnya menjaga ekosistem sumber air secara kolektif demi kepentingan ekonomi dan ekologi masyarakat luas.
“Sinergi ini baik untuk menjaga lingkungan, baik ekonomi maupun ekologi. Ini ide dari Pak Wali Kota Batu (konsep Senyawa Malang Raya), dan alhamdulillah Pak Wali Kota Malang maupun Pak Bupati menyepakati itu,” jelas Heli.
Menurut Heli, batasan administratif tidak boleh menjadi penghalang bagi pemenuhan hak dasar masyarakat atas air.
“Tidak ada batasan biarpun kita beda administrasi, tapi secara sosial maupun budaya kita adalah sinergi Malang Raya,” katanya.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, memaparkan sejumlah kebijakan baru yang berfokus pada kelestarian lingkungan. Sejak 1 November 2025, pihaknya telah melarang penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kantor.
“Kita mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan sampah plastik. Contohnya penggunaan tumbler yang sudah kita terapkan per 1 November. Di Tugu Tirta sudah tidak ada lagi air minum dalam kemasan. Kita siapkan anjungan gratis bagi karyawan dengan syarat membawa tumbler,” kata Priyo Sudibyo.
Selain itu, dalam perayaan HUT ke-51 ini, Perumda Tugu Tirta mengubah tradisi pengiriman karangan bunga menjadi donasi bibit pohon. Bibit tersebut ditanam di berbagai sumber air strategis seperti Sumber Karangan, Sumbersari, dan Sumber Binangun, serta akan dilanjutkan ke Sumber Wendit dan Sumber Pitu.
“Di ulang tahun ini tidak ada lagi kita menerima papan ucapan bunga. Tapi kita minta diganti dengan bibit pohon. Kita juga menyebar 10 ribu benih ikan di Sungai Wendit untuk merawat ekosistem alam,” tambah Priyo.
Selain fokus pada lingkungan, HUT ke-51 juga diisi dengan kegiatan fun run sejauh 51 kilometer mengelilingi sumber-sumber air, pengajian, istighosah, serta pemberian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di sekitar titik sumber air.
Terkait kinerja perusahaan, Priyo melaporkan bahwa saat ini Perumda Tugu Tirta telah memiliki 183.000 pelanggan. Untuk memperingati hari jadi ini, perusahaan memberikan promo diskon 50 persen untuk pemasangan sambungan baru bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Targetnya per tahun kita insya Allah 5.000 pelanggan baru. Kami juga bekerja sama dengan Baznas untuk memberikan diskon khusus bagi anggota Baznas yang kurang beruntung agar tetap bisa memasang saluran air bersih,” pungkasnya. ig/nn












