Perbasi Jatim Bidik Empat Emas Cabor Bola Basket di PON 2028

Ketua Pengprov Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati.

MALANG, BERITAKATA.id – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasi) Jawa Timur menargetkan sapu bersih empat medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Target tersebut disusun berdasarkan capaian positif pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 sebelumnya, yakni seluruh tim basket Jatim berhasil menembus babak final.

Ketua Pengprov Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati, mengatakan bahwa persiapan matang terus dilakukan untuk meningkatkan raihan prestasi daerah. Perbasi Jatim menargetkan empat medali emas diraih pada PON 2028 mendatang dengan nomor pertandingan Basket 3×3 Putra, Basket 5×5 Putra, Basket 5×5 Putri dan Basket 3×3 Putri.

Pada PON sebelumnya, empat tim basket Jatim dapat lolos ke final dengan raihan satu emas dan tiga perak.

“Kemarin (PON sebelumnya) pencapaiannya Jawa Timur empat-empatnya masuk final. Kita berharap dengan persiapan yang lebih matang, kita kepingin ke depan empat-empatnya bisa emas,” kata perempuan yang akrab disapa Mama Evi tersebut, Sabtu (3/10/2026).

Untuk menopang target tersebut, Perbasi Jatim mengandalkan potensi pembinaan yang tersebar di 38 kabupaten dan kota. Ia menyampaikan, cabang olahraga (cabor) basket Jawa Timur mencatatkan jumlah klub dan atlet terdaftar terbanyak di Indonesia berdasarkan pendataan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbasi.

Guna menjaring bibit atlet secara merata, Perbasi Jatim menjalankan program jangkauan langsung ke daerah. Selama masa kepengurusannya, Mama Evi mencatatkan sekitar 1.200 kunjungan ke berbagai wilayah untuk membagikan sarana olahraga seperti bola, sepatu, hingga pemasangan ring basket gratis.

Sebagai langkah pembinaan di tingkat akar rumput, Perbasi Jatim berencana akan mengadakan kompetisi basket tingkat desa tanpa mewajibkan peserta menggunakan sepatu. Langkah ini diambil untuk memasyarakatkan olahraga basket tanpa terkendala fasilitas.

“Basket itu bisa banyak tujuannya. Minimal mengolahragakan generasi penerus bangsa supaya sehat. Di Bondowoso kami sudah mulai pasang ring, ibu-ibu dan anak-anak langsung aktif bermain. Yang penting masyarakat bergerak dan mendapat dampak positif,” jelaskan.

Mama Evi menegaskan bahwa pembinaan atlet basket membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pengurus Perbasi, sekolah, klub, pemerintah, hingga orang tua. Selain fokus pada pembinaan atlet muda, Perbasi Jatim mengapresiasi kontribusi alumni sekolah yang aktif menggelar kegiatan sosial dan pembinaan generasi saat ini melalui bola basket. Keterlibatan para alumni dinilai penting untuk memberikan teladan positif bagi generasi muda di luar lapangan basket. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *