MALANG, BERITAKATA.id – Operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya mengalami hambatan akibat luapan air di KM 20+7/8 Jalur Hulu, tepatnya di antara Stasiun Kalibodri dan Kaliwungu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa banjir di titik tersebut berdampak langsung pada jadwal kedatangan kereta api di Surabaya dan Malang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini. Imbas adanya banjir di wilayah ini mengakibatkan adanya dampak keterlambatan kedatangan perjalanan KA di wilayah Daop 8 Surabaya,” ujar Mahendro dalam keterangan resminya pada Jumat (16/1/2025).
Hingga pukul 10.00 WIB, perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan kedatangan di stasiun Surabaya Pasarturi dan Stasiun Malang antara lain :
• KA Sembrani relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Argo Bromo Anggrek relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Gumarang relasi Stasiun Pasarsenen – Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Harina relasi Stasiun Bandung – Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Argo Anjasmoro relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Pasarturi
• KA Pandalungan relasi relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Pasarturi – Stasiun Jember
• KA Majapahit relasi Stasiun Pasarsenen – Stasiun Malang
• KA Jayabaya relasi Stasiun Pasarsenen – Stasiun Malang
Selain keterlambatan kedatangan, satu perjalanan keberangkatan dari wilayah Daop 8 juga terdampak, yakni KA Ambarawa Ekspress dengan rute Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Semarang Poncol.
Untuk KA menuju Stasiun Malang yakni KA Majapahit mengalami keterlambatan 227 menit dari jadwal semula sampai Stasiun Malang pukul 06.28 WIB menjadi pukul 10.15 WIB dapat sampai. Kemudian, KA Jayabaya mengalami keterlambatan 85 menit dari jadwal semula sampai Stasiun Malang pukul 10.45 WIB, menjadi pukul 12.10 dapat tiba di Stasiun Malang.
“Untuk KA menuju Stasiun Malang yakni KA Majapahit terdapat 344 penumpang, dan KA Jayabaya terdapat 505 penumpang,” katanya.
Atas ketidaknyamanan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang.
Sebagai langkah tanggung jawab atas keterlambatan ini, pihak KAI memastikan seluruh penumpang yang terdampak mendapatkan haknya sesuai prosedur perusahaan.
“KAI telah memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Mahendro. ig/nn












