RELIGI, BERITAKATA.id – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga sarat akan pesan moral mendalam yang relevan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup pribadi maupun profesional di lingkungan perusahaan.
Peristiwa perjalanan spiritual luar biasa Nabi Muhammad SAW ini mengajarkan nilai-nilai fundamental seperti disiplin, integritas, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha:
Refleksi Nilai Universal
Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh, adalah kisah tentang keyakinan teguh dan ketaatan. Menurut berbagai sumber di Kompas.com, salah satu hikmah terpenting adalah perintah salat lima waktu, yang mengajarkan disiplin waktu dan konsistensi.
“Shalat mengajarkan kita manajemen waktu yang ketat. Kepatuhan pada waktu-waktu yang telah ditetapkan ini, jika dibawa ke dunia kerja, akan membentuk individu yang disiplin dan produktif,” ujar seorang pengamat sosial keagamaan yang dikutip dalam salah satu artikel.
Hikmah bagi Pribadi: Keteguhan Iman dan Sikap Memaafkan
Bagi individu, Isra Mikraj memberikan “pembekalan dakwah yang tangguh” di tengah cobaan. Nabi Muhammad SAW menghadapi penolakan hebat sebelum dan setelah peristiwa ini, namun tetap teguh.
Beberapa hikmah pribadi yang dapat dipetik meliputi:
Penguatan Iman dan Mental: Menghadapi tantangan hidup dengan keyakinan akan adanya pertolongan Tuhan di balik setiap kesulitan.
Sikap Lapang Dada: Peristiwa ini terjadi setelah Nabi mengalami tahun-tahun kesedihan (عام الحزن). Hikmahnya mengingatkan umat untuk menjalani hidup dengan hati yang lapang dan penuh kasih sayang, serta kemampuan memaafkan.
Peningkatan Ibadah: Menjadikan salat sebagai momentum refleksi spiritual untuk senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta di tengah kesibukan duniawi.
Hikmah bagi Perusahaan: Integritas dan Profesionalisme
Nilai-nilai spiritual Isra Mikraj juga dapat diinternalisasi dalam budaya perusahaan untuk mendorong kinerja yang lebih baik. Pimpinan dan karyawan dapat mengambil inspirasi dari kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang sarat akan integritas moral.
Integritas Moral: Kejujuran dan amanah adalah kunci. Memilih orang yang tepat untuk posisi yang layak adalah bentuk pengamalan integritas, bukan berdasarkan kedekatan semata.
Etos Kerja Tinggi: Peristiwa ini memacu semangat untuk senantiasa menjadi insan yang lebih baik. Dalam konteks pekerjaan, ini berarti memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) dengan semangat profesionalisme.
Visi dan Adaptasi:
Nabi melakukan perjalanan melintasi batas fisik dan spiritual. Ini bisa dimaknai sebagai kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk teknologi, tanpa mengabaikan etika.
Secara keseluruhan, peringatan Isra Mikraj mengajak umat Islam, baik sebagai individu maupun bagian dari organisasi, untuk melakukan mi’raj (pendakian spiritual) internal. Tujuannya adalah mencapai kualitas diri yang lebih tinggi, penuh integritas, disiplin, dan memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar, perusahaan, dan masyarakat luas. ig/fa












