Wagub Jatim Tinjau Proyek Drainase Jalan Suhat, Wawali Kota Malang Siap Sterilisasi Pedestrian dari Parkir dan Banner

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, pada Selasa (13/1/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, pada Selasa (13/1/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas infrastruktur serta kesiapan fungsi saluran pembuangan air di kawasan tersebut.

Dalam tinjauan tersebut, Emil Dardak mengungkapkan bahwa secara umum pengerjaan fisik telah selesai, namun masih ditemukan sejumlah catatan teknis yang harus segera diperbaiki oleh pihak kontraktor selama masa pemeliharaan.

“Ada beberapa lubang yang dalam kondisi terbuka. Setelah dilihat, di dalamnya berisi pasir dan sedimen karena material masuk saat proses pengerjaan. Pihak pelaksana bertanggung jawab melakukan pembersihan selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan,” ujar Emil Elestianto Dardak di lokasi proyek pada Selasa (13/1/2026).

Emil juga menyoroti adanya titik-titik saluran yang belum sempurna, seperti kotak tangkapan air yang tertutup aspal serta penutup saluran yang posisinya tidak sejajar dengan permukaan jalan. Ia menegaskan bahwa masukan dari masyarakat menjadi evaluasi pengerjaan proyek ini.

“Targetnya, sebelum akhir bulan (Januari) ini mayoritas catatan dan masukan publik sudah harus dibenahi. Kami mengapresiasi pengawasan dari masyarakat sebagai bentuk transparansi,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur merencanakan adanya pengerjaan lantai atau flooring pada area tersebut pada tahun anggaran berjalan. Emil Dardak meminta koordinasi intensif antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang agar pengerjaan lanjutan tidak merugikan pelaku usaha lokal secara berulang.

“Jangan sampai pelaku usaha kesulitan dua kali. Saya minta scheduling diatur dan jika bisa lelang cepat, segera dilaksanakan agar sinergis dengan pengaturan lalu lintas,” jelas Emil.

Selain proyek di Suhat, Emil memaparkan adanya program New Urban Flood Resilience (NUFREP) di Kota Malang melalui Pemerintah Pusat. Program ini mencakup pembangunan drainase di kawasan Bondowoso-Tidar, Jalan Jaksa Agung Suprapto, serta pembangunan bozem (danau penampung) di Tidar.

“Malang Raya telah ditetapkan sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional. Dengan adanya titik-titik peningkatan daya tahan banjir ini, kerawanan banjir di Kota Malang diharapkan dapat berkurang secara signifikan,” katanya.

Sejalan dengan penyelesaian proyek drainase Jalan Suhat tersebut, Pemerintah Kota Malang akan melakukan langkah tegas untuk menjaga fungsi area di atas drainase yang juga diperuntukkan sebagai fasilitas pedestrian.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa area tersebut harus steril dari aktivitas yang mengganggu fungsi jalan umum.

“Terkait pesan kepada pedagang di sekitar sini, mari menjaga bersama karena ini untuk kepentingan bersama. Di atas ini adalah fasilitas jalan umum, sehingga nanti kita larang dan kita tertibkan. Saya sudah meminta Pak Camat dan Satpol PP untuk menertibkan semua,” tegas Ali Muthohirin.

Penertiban tersebut mencakup pembersihan banner, umbul-umbul, hingga parkir yang kerap menggunakan bahu jalan di atas proyek drainase tersebut. Ali memastikan proses sosialisasi akan dilakukan sebelum tindakan tegas diambil.

“Sebelum dibangun lebih lanjut oleh provinsi, kita minta sosialisasi awal untuk menertibkan semuanya. Area ini akan steril, termasuk parkir dan umbul-umbul, agar kota kita semakin cantik dan bagus,” kata Ali. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *