PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH, Mishul Sauliyah Fitriawati, mengatakan banyak masyarakat yang masih menganggap sampah bukan persoalan jika tidak terlihat di lingkungan sekitar.
Padahal, penanganan sampah yang tidak berwawasan lingkungan dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
Fitri menjelaskan, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro sudah hampir penuh, sehingga diperlukan upaya serius untuk mengurangi timbulan sampah.
DLH mendorong masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, pasar, sekolah, kantor, pondok pesantren hingga tempat usaha,” kata Fitri di kompleks Ponpes Zainul Hasan Genggong, Sabtu (3/1/2012).
DLH juga mengingatkan peran desa dalam pengelolaan sampah, antara lain dengan menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan mengoptimalkan pemanfaatan TPS 3R.
Fitri mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan memanfaatkan fasilitas yang ada. “Mari kita berhenti membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah,” pungkasnya. ig/fa












