Milad Ke-113 Muhammadiyah, PDM Kota Malang dan Pemkot Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Warga

Ketua PDM Kota Malang, Dr. Abdul Haris, MA saat memberikan sambutan dalam kegiatan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Kamis (18/12/2025).

MALANG, BERITAKATA.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang menyelenggarakan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Kamis (18/12/2025). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Muhammadiyah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidato kebudayaannya, Ketua PDM Kota Malang, Dr. Abdul Haris, MA, menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi dakwah keagamaan, melainkan gerakan peradaban yang berfokus pada pemberdayaan.

Ia menjelaskan bahwa tema milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, merupakan panggilan aksi nyata.

“Bagi Muhammadiyah, memajukan kesejahteraan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi juga amanat kolektif bagi seluruh elemen bangsa termasuk ormas keagamaan. Kesejahteraan bukan hanya angka, kesejahteraan bukan hanya statistik, kesejahteraan adalah martabat kemanusiaan,” ujar Abdul Haris pada Kamis (18/12/2025).

Ia juga memaparkan perkembangan masif organisasi Muhammadiyah yang kini memiliki pimpinan wilayah di 34 provinsi, 441 pimpinan daerah di tingkat kota/kabupaten, hingga 28 pimpinan cabang istimewa di luar negeri. Ia menekankan bahwa kesejahteraan yang diperjuangkan Muhammadiyah selama 113 tahun adalah kesejahteraan komprehensif yang mencakup aspek fisik, mental, ekonomi, dan spiritual.

Terkait kondisi lokal, Abdul Haris menyoroti bahwa meski Kota Malang meraih berbagai penghargaan, masih terdapat tantangan besar yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Masalah tersebut meliputi kemiskinan, pengangguran, anak putus sekolah, pengelolaan sampah, kemacetan, hingga degradasi moral.

Sebagai solusi, PDM Kota Malang mendorong optimalisasi potensi pendidikan. Tercatat Kota Malang memiliki 62 perguruan tinggi serta 561 sekolah dan madrasah. Menurutnya adanya salah satu misi Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang terkait Ngalam Pintar merupakan hal positif untuk menekan angka buta huruf dan putus sekolah.

“Gagasan Ngalam Pintar untuk menurunkan angka buta huruf, mengurangi angka putus sekolah, melahirkan 1 RT 1 Sarjana, 1 RW 1 Profesor dapat dicapai jika dilakukan kolaborasi dengan lembaga pendidikan secara baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad. Ia memandang Muhammadiyah sebagai mitra strategis yang memiliki kekuatan intelektual dan sosial untuk membangun kota.

“Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi keagamaan namun juga sebagai mitra strategis pembangunan yang memiliki kekuatan intelektual, sosial, dan kultural melalui jejaring pendidikan yang unggul dan layanan kesehatan yang menjangkau masyarakat luas,” kata Wahyu Hidayat.

Wahyu juga memaparkan capaian kerja pemerintahannya sejak dilantik pada Februari 2025 lalu. Ia mengakui bahwa realisasi beberapa program unggulan Dasa Bhakti masih terkendala oleh keterbatasan anggaran (APBD) yang sudah berjalan dan adanya pengurangan dana transfer dari pusat.

Menanggapi rekomendasi dari PDM Kota Malang, Wali Kota menyatakan akan menjadikannya prioritas dalam rencana kerja tahun 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi masyarakat.

“Apabila kami dengan Mas Wawali Kota dan DPRD saja bergerak tanpa ada dukungan dari semua, baik dari Muhammadiyah, PCNU, atau organisasi masyarakat yang lain, itu kita tidak akan bisa apa-apa. Kami harus sinergi, kami harus sama-sama berjalan,” tegas Wahyu.

Pemkot Malang berharap Muhammadiyah terus menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan demi mewujudkan visi Kota Malang yang mbois, berkelas, dan bermartabat.

Acara resepsi ini sebelumnya diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan EduFest, seperti Olimpiade Science dan senam bersama di area Car Free Day yang telah berlangsung dengan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *