Tidak Dapat Tertawa, Kita akan Menjadi Gila

Tertawa juga menjadi obat mujarab. Foto: Alodoc

BERITAKATA.id - Frans Sartono, Wartawan Kompas Gramedia 1989-2019, menulis artikel apik mengenai komedi di Kompas.id Sabtu (25/3/2023). Dalam tulisannya menyinggung komedian Cak Lontong dan Akbar. 

Cak Lontong dan Akbar sebenarnya menggunakan jurus lama dalam dunia lawak, yaitu bermain-main dengan logika makna kata. Dalam hal ini tentang perbedaan antara tabungan dan celengan.

Bagi Akbar, keduanya sama, karena tabungan dan celengan intinya adalah tempat orang menyimpan uang. Akan tetapi, bagi Cak Lontong, tabungan dengan celengan itu berbeda.

Cak Lontong: ”Anda pernah dengar ibu-ibu melahirkan bayi tabung?”

Akbar: ”Iyaaa.”

Cak Lontong: ”Anda pernah dengar ibu-ibu melahirkan bayi celeng??”

Lelucon Cak Lontong itu lazim digunakan para komedian sejak zaman Dagelan Mataram. Mereka menyebutnya pelesetan atau logika bengkok. Dalam hal ini, Cak Lontong beranalogi dengan proses melahirkan.

Dia menempatkan diksi tabung dengan menempatkannya dalam konteks bayi tabung. Dengan analogi tersebut, tentu saja kata celeng tidak tepat untuk diletakkan pada konteks proses kelahiran.

Materi lelucon memang sama, tetapi panggung berbeda. Dulu pelesetan logika itu menjadi amunisi ampuh di pentas lawak. 

Kini panggungnya beralih ke media sosial, dan dapat dengan mudah dinikmati lewat ponsel. Apa pun jenis panggungnya, tugasnya sama, yaitu membikin tawa siapa saja. Dari kaum jadul alias zaman dulu hingga para milenial hari ini.

Dulu di masa represif, dengan gaya humoristik, Warkop punya semboyan ”tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Dan benar, tertawa itu kebutuhan dan kata orang tertawa itu obat mujarab. 

Kata penyair Amerika, Robert Frost, ”If we couldn’t laugh, we would all go insane”—”Jika kita tidak dapat tertawa, maka kita semua akan menjadi gila”.

Ketawa bukan wabah, tetapi cepat menyebar karena orang memang butuh tertawa. 

Kata sastrawan Charles Dickens, ”Tidak ada sesuatu pun di dunia yang begitu cepat menular seperti tawa dan humor yang baik.” ig/fa

1068

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id