Tangkap Penimbun Solar, Kanit hingga Kapolres Terima Penghargaan Pertamina

Arsya menerima penghargaan dari pihak Pertamina.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Iptu Hario Feri Dias Atmaja dan Kepala Polres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menerima penghargaan dari Pertamina setelah mengungkap kasus penimbunan 31 ton solar bersubsidi. 

Pemberian penghargaan dari Pertamina ini diberikan General Manager yang diwakili Sales Branch Manager II Malang Andi Reza Ramadhan di mapolres setempat, Kamis (20/7/2023). 

Arsya Khadafi mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas penghargaan yang telah diberikan. Dia berkomitmen akan terus menindak tegas pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sangat meresahkan masyarakat. 

"Polri bersama pemangku kepentingan lain akan melakukan pengawasan hingga penindakan hukum jika ditemukan adanya tindakan penyelewengan BBM bersubsidi dan LPG subsidi," kata Arsya, Jumat (21/7/2023). 

Andi Reza Ramadhan juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo atas pengungkapan luar biasa penimbunan BBM jenis solar yang mencapai 31.000 liter. 

"Kami sangat mendukung penuh Polres Probolinggo yang mengungkap kasus penimbunan BBM ini. Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengawal pendistribusian BBM bersubsidi agar benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak," kata Andi Reza. 

Diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, Jawa Timur, menangkap empat tersangka penimbunan solar. Polisi mengamankan 31 ton atau 31.000 liter solar dalam pengungkapan itu.

Akibat penimbunan itu pula, solar di wilayah Kabupaten Probolinggo sempat langka.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, para tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut yakni B selaku kernet, AR selaku sopir, SW selaku pendana dan VAP selaku penampung.

B, AR dan SW merupakan warga Kabupaten Probolinggo. Sedangkan VAP merupakan warga Kota Probolinggo. Mereka semua berjenis kelamin pria.

Arsya menyebut, kasus ini diungkap pada 7 November 2022.

Dari hasil penyelidikan, polisi menyita 31 tandon berwarna putih berisi solar yang ditimbun. Solar beserta tandonnya itu lantas diamankan ke halaman Mapolres Probolinggo.

Setiap tandon berisi 1.000 liter solar, sehingga total 31.000 liter atau 31 ton solar yang disita.

Jika harga solar per liter Rp 6.800, maka total solar bersubsidi yang ditimbun itu senilai Rp 210.800.000. ig/fa

793

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id