Manuver Gerindra Disebut Paling Ditakuti di Situbondo, Ini Alasannya...

Penyerahan sapi kurban Prabowo di Ponpes Walisongo Situbondo.

SITUBONDO, BERITAKATA.id - Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Situbondo Rosyidi Fernandes mengatakan, dalam momentum penyerahan sapi korban dari Prabowo Subianto kepada KHR Muhammad Kholil As'ad Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Rabu (28/62023), memiliki dampak yang luar biasa bagi eksistensi Partai Gerindra di Situbondo. 

Antara lain elektabilitas partai Gerindra pada  masyarakat Kabupaten Situbondo meningkat dari sebelumnya, khususnya dikalangan Santri Ponpes Walisongo dan para penggemar KHR Muhammad Kholil As'ad. 

"Kedekatan emosional Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan KHR Muhammad Kholil As'ad menambah nilai positif terhadap figur Prabowo di mata masyarakat Situbondo. Hal ini dikarenakan KHR Muhammad Kholil As'ad tidak mudah menerima maupun percaya kepada publik figur. Hanya pada beberapa orang saja yang beliau anggap memiliki hal yang spesial, salah satunya Prabowo Subianto," Rosyidi, Jumat (30/6/2023). 

Menurut Rosyidi, pernyataan KHR Muhammad Kholil As'ad saat pertemuan dengan Pengurus DPC Gerindra yang menyatakan bahwa partai Gerindra akan maju dan besar di Situbondo sudah menyebar di masyarakat Kabupaten Situbondo melalui media media nasional, tidak terkecuali warga Nahdiyin. 

Selain itu, lanjut Rosyidi, momentum tersebut membuat suasana dan arah politik di Kabupaten Situbondo berubah, sebab pada momentum tersebut tidak hanya Gerindra yang hadir, juga nampak pengurus dan anggota dari Partai PKB, PPP dan Golkar. 

Ini berpengaruh pada arah koalisi untuk pengusungan Prabowo sebagai RI 1.

Rosyidi menambahkan, peristiwa itu juga menjadi perhatian partai oposisi, karena pada momentum pertemuan dengan KHR Muhammad Kholil As'ad selaku pengasuh pondok pesantren Walisongo, yang selanjutnya dikenal sebagai basis tengah, membuat partai oposisi ketar ketir dan mulai berfikir keras.

"Manuver politik Partai Gerindra merupakan manuver paling ditakuti akhir-akhir ini, apalagi para pengurus DPC Gerindra merupakan para alumni salah satu pondok pesantren terbesar di Kabupaten Probolinggo, yaitu Nurul Jadid," ujar Rosyidi. 

Bukan hanya itu, hampir semua pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Situbondo, pernah nyantri di pondok tersebut. 

"Inilah yang yang menjadikan Partai Gerindra ditakuti manuvernya. Apalagi politik di Kabupaten Situbondo menganut sistem politik terpusat di beberapa ponpes," jelas Rosyidi. 

Namun, manuver itu membuat Gerindra harus  waspada.

Rosyidi mengungkapkan, manuver terbuka yang dilakukan oleh partai Gerindra dalam momentum tersebut, akan membuat parpol oposisi akan merubah strategi mereka, bisa untuk menjatuhkan atau malah bergabung. 

Para pendukung capres lain, kata Rosyidi, akan bekerja keras untuk menyerang baik secara langsung maupun tertutup, hal ini sudah pernah dilakukan oleh Relawan Sahabat Ganjar dengan mengadakan acara senam sehat terbuka di basis Barat (Alun-alun Besuki) di mana mayoritas adalah perempuan. 

"Melihat efek yang ditimbulkan dari momentum pertemuan KHR Muhammad Kholil As'ad dengan Pengurus DPC Gerindra Situbondo, sebaiknya harus ada langkah lanjutan yang harus dilakukan sebelum akhirnya didahului oleh partai lawan nantinya," tandas Rosyidi. 

Rosyidi menyayangkan pada momentum tersebut pengurus partai dan anggota Gerindra yang maju pada pemilu legislatif 2024 tidak ada yang tampak, padahal momentum tersebut juga bisa mengangkat kredibilitas calon yang pastinya akan berpengaruh pada pengusungan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia pada pemilu 2024. ig/fa

1305

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id