Ini Peraturan Penggunaan Mobil Dinas Agar Tak Disalahgunakan

Mobil dinas Pemkab Probolinggo

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ada beberapa ketentuan khusus untuk penggunaan mobil dinas milik pemerintahan yang sudah ditetapkan agar tidak disalahgunakan.

Kendaraan dinas bisa diketahui dari plat nomornya yang berwarna merah. Untuk pejabat setingkat eselon di pemerintahan, kendaraan dinas juga terkadang ditemui dengan pelat hitam, namun dengan seri nomor polisi berakhiran RFS.  

Sedangkan untuk kendaraan dinas milik Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri, plat nomornya disesuaikan dengan instansinya masing-masing.

Soal peraturan penggunaan mobil dinas milik pemerintah, baik yang digunakan PNS instansi pusat maupun Pemda diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 87 Tahun 2005 tentang Pedoman Efisiensi dan Disiplin PNS.

Disebutkan bahwa kendaraan dinas hanya boleh dipakai PNS untuk fasilitas yang menunjang pekerjaan.

 "Kendaraan dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi," tulis Permenpan RB Nomor 87 Tahun 2005.

Pengadaan kendaraan dinas operasional itu sendiri diperuntukkan bagi kelancaran tugas dinas pada unit organisasi pemerintah, jumlahnya dibatasi, tidak mewah, harga wajar, maksimal 1.800 cc bahan bakar bensin, dan 2.500 cc bahan bakar solar. Hal tersebut tertulis di Permenpan RB Nomor 87 Tahun 2005. 

Untuk TNI, penggunaannya mengikuti aturan dari ketentuan Panglima TNI. Kendaraan dinas hanya untuk kegiatan operasional TNI dan dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kerabat. Hal yang sama juga berlaku untuk kendaraan dinas yang berada di lingkungan Polri.

Selain itu, juga ada peraturan yang menyebut, kendaraan dinas operasional yang hilang atau mengalami kerusakan karena digunakan diluar kepentingan dinas harus diganti oleh pemakai kendaraan dinas operasional yang bersangkutan.

Sumber: kompas.com. ig/fat

1200

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id