Badan Riset Inovasi Daerah Jatim Apresiasi Pemkab Probolinggo Tangani Kemiskinan Ekstrem

Yudiyanto dan Alfiatul saat memimpin FGD data kemiskinan ekstrem.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id - Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan focus group discussion (FGD) untuk menggali data dan informasi program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/7/2023).

FGD itu digelar di Ruang Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo. Di sana, BRIDA melakukan analisis implementasi program penanggulangan kemiskinan esktrem di Provinsi Jawa Timur. 

Bapelitbangda mendatangkan peserta FGD dari Disperta, DPMD dan Dinsos. Selain itu, juga ada Camat Tongas, Gading, Maron dan Besuk serta satu kepala desa dari tiap kecamatan, yang hadir.

Kepala Bapelitbangda Santiono melalui Kepala Bidang Penlitian dan Pengembangan Alfiatul Khoiriyah menjelaskan, pihaknya memfasilitasi Brida untuk menentukan data dan mendapatkan saran masukan terkait apa yang diteliti di lapangan.

“Di FGD ini, mereka melakukan cross check penelitian di lapangan. Jadi salah satu permasalahannya dari hasil penelitiannya itu ada di pendataan,” terang Alfia.

Dia menerangkan, Bapelitbangda memiliki aplikasi Sistem Analisa Kemiskinan Terpadu Daerah (Sasmita). Di aplikasi tersebut, terdapat sejumlah data seperti  Prosedur Permintaan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Aplikasi ini menyediakan data khusus kemiskinan di Kabupaten Probolinggo by name by adress. Kita bisa melihat si A mendapatkan program bantuan apa saja melalui aplikasi ini. Juga untuk menghindari data yang double dan semacamnya,” terang Alfia.

Sementara itu, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur, Yudiyanto Tri Kurniawan menyebut, pihaknya menggali data dan informasi untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem yang dilaksanakan oleh pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga daerah.

“Ini lebih menganalisa ke faktornya sehingga kami bisa menentukan program apa yang lebih efektif. Saya lihat grafiknya. Intinya, dari situ kami coba meramu dari data yang diolah tadi untuk dicari alternatifnya,” terang Yudiyanto.

Yudiyanto mengapresiasi program penanganan kemiskinan ekstrem Pemkab Probolinggo. 

Menurutnya, perkembangan penanganan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo sudah bagus. Ditambah lagi dengan program dari Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko dengan Bus Patas yang salah satu fokusnya menangani kemiskinan.

“Juga ada aplikasi Sasmita yang mulai running. Dengan ini, kita bisa memetakan program yang ada, selama ini program berjalan sendiri-sendiri, jadi datanya akan dipusatkan agar disinkronkan di Sasmita ini supaya tepat sasaran dan lebih cepat,’ tutur Yudiyanto. ig/fat/**

860

© . All Rights Reserved. Powered by beritakata.id