Bapelitbangda Fokus pada Penguatan Perencanaan dan Inovasi Daerah, Breakdown Visi-Misi dan Program Prioritas Bupati Probolinggo Tahun Depan

Bapelitbangda Kabupaten Prooblinggo menggelar Musrenbang RPJMD pada Juli 2025 lalu.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Tahun 2025 menjadi tahun yang dinamis bagi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo yang baru dilantik pada Februari 2025, Bapelitbangda memegang peran sentral dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah melalui penyusunan dokumen perencanaan strategis dan mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah.

Berikut adalah rangkuman capaian dan kegiatan utama Bapelitbangda sepanjang tahun 2025:

Bapelitbangda meraih dua penghargaan dalam ajang Inotek Award 2025.

Penyusunan dan Pengesahan RPJMD 2025-2029
Fokus utama Bapelitbangda pada tahun 2025 adalah penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode 2025-2029.

Proses ini melibatkan serangkaian kegiatan:
Musrenbang RPJMD: Pemkab Probolinggo, dengan fasilitasi Bapelitbangda, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029. Acara ini menekankan pentingnya pelibatan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai pengawas pembangunan agar sesuai dengan perencanaan.

Dinamika Dokumen Awal:
Proses penyusunan sempat mengalami dinamika ketika dokumen rancangan awal RPJMD dikembalikan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Bapelitbangda dengan cepat merespons, mengakui adanya kekeliruan administratif, dan menyatakan siap merevisi draf tersebut untuk memastikan dokumen perencanaan matang dan akurat.

Sosialisasi Perda RPJPD:
Sebelumnya, pada akhir 2024, Bapelitbangda juga telah mensosialisasikan Perda Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yang menjadi landasan untuk RPJMD.

Mendorong Ekosistem Inovasi Daerah
Bapelitbangda aktif memfasilitasi dan mendorong terciptanya inovasi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.

Anugerah Inovasi Daerah (INODA) 2025: Bapelitbangda menyelenggarakan sosialisasi dan mengumumkan penerima penghargaan Anugerah Inovasi Daerah (INODA) tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan mengunjuk kreativitas dan terobosan teknologi dari OPD dan inovator lokal.

Penghargaan di Tingkat Provinsi:
Upaya ini membuahkan hasil, di mana Pemerintah Kabupaten Probolinggo berhasil meraih dua penghargaan pada ajang Inotek Award 2025 tingkat provinsi berkat terobosan teknologi daerah yang dikembangkan.

Peningkatan Kapasitas Inovator: Pemkab Probolinggo, melalui Bapelitbangda, membekali para inovator daerah dengan pengetahuan terkait publikasi ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi dan menyebarluaskan inovasi mereka.

Perencanaan RKPD 2026 dan Proyek Strategis
Menatap tahun berikutnya, Bapelitbangda telah memulai tahapan awal perencanaan.

Musrenbang RKPD 2026:
Pada bulan Maret 2025, Bapelitbangda menggelar Musrenbang untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik (FKP).

Penetapan Proyek Strategis: Bapelitbangda terlibat dalam penetapan 10 Proyek Strategis Kabupaten Probolinggo untuk tahun 2025, yang menjadi prioritas pembangunan daerah.

Capaian Umum Pemkab Probolinggo
Sebagai bagian dari tim perencana pemerintah daerah, Bapelitbangda turut berkontribusi pada capaian makro Pemkab Probolinggo, salah satunya adalah
Realisasi Belanja APBD:.

Hingga November 2025, realisasi belanja APBD Kabupaten Probolinggo mencapai 78,58 persen, menempatkan kabupaten ini di peringkat pertama se-Jawa Timur dan peringkat keenam secara nasional dalam hal penyerapan anggaran.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menandai peran krusial Bapelitbangda dalam memastikan kerangka pembangunan Kabupaten Probolinggo terstruktur, inovatif, dan akuntabel di bawah kepemimpinan yang baru.

Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo melalui Sekretaris Bapelitbangda Dian Festy Anggraine mengatakan, sepanjang 2025 Bapelitbangda menyusun perencanaan RPJMD lima tahun ke depan dan melakukan sebagian tahapan.

“Pada tahun 2026, Bapelitbangda mem-breakdown apa yang sudah direncanakan. Seperti 5 visi-misi dan 22 program prioritas bupati. Fokus pada 2026 itu pada perencanaan dan menyasar sektoral. Salah satunya infrastruktur,” kata Ine, panggilan akrab Sekretaris Bapelitbangda, Senin (1/12/2025). ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *